Senin, 08 Maret 2010

KEBANYAKAN orangtua pasti ingin anaknya mencintai buku. Tapi, membaca, memahami isi buku, hingga menjadikan si kecil kutu buku, membutuhkan lebih dari apa yang didapatnya dari sekolah.

Porsi yang cukup terhadap pendidikan dini terkait pula dengan kemampuan membaca, dari memahami huruf hingga mengucapkan kata. Untuk mengasah kemampuan tersebut, anak-anak butuh contoh dari orangtuanya di rumah.

Membaca diawali dari rumah, jauh sebelum anak Anda masuk dalam lingkungan sekolah. Sedari kecil, mereka merasakan seberapa besar minat kita terhadap buku. Kalau kita bisa menjadikan baca sebagai kegiatan yang nyaman, maka anak-anak juga akan merasakannya.

Berikut enam trik menjadikan si kecil pencinta buku, seperti diungkap Sheknows.

Punya buku di rumah

Aksi sederhana memiliki buku di rumah mengatakan pada si kecil bahwa membaca itu penting. Biarkan mereka “merasakan” kata-kata yang terdapat di halaman depan buku-buku tersebut.

Dengan itu, mereka akan lebih nyaman dengan bentuk huruf dan kata. Memang, ini tidak menjamin si kecil bisa membaca lebih awal, tapi setidaknya menjadikan kegiatan membaca nyaman baginya.

Atur waktu harian

Atur waktu harian untuk membaca dengan si kecil, bukan hanya membaca saat mengantarnya tidur. Jadikan aktivitas ini bagian dari rutinitas hariannya. Ini mengirimkan sinyal pada si kecil bahwa membaca adalah bagian dari hidup, bukan sesuatu yang spesial atau luar biasa.

Menjadi contoh

Kalau ingin membentuk si kecil menjadi pencinta buku, sebelum itu terjadi, Anda harus memiliki kebiasaan itu terlebih dahulu. Membaca dengan rutin (sebelum waktu membaca bersama si kecil) berbagai jenis buku, apakah fiksi atau nonfiksi. Intinya, biarkan si kecil tahu bahwa Anda menikmati kegiatan membaca.

Ajak pasangan untuk menerapkan hal serupa. Adalah penting bagi anak-anak untuk melihat ayahnya membaca dengan rutin, seperti ibunya.

Ajak si kecil ke perpustakaan lokal

Perpustakaan lokal adalah sumber yang sangat baik untuk mengalirkan kebiasaan membaca kepada si kecil. Kalau si kecil sudah bisa meminta Anda untuk mengajaknya ke sana, maka segeralah. Libatkan pula si kecil pada berbagai kegiatan yang diadakan perpustakaan lokal, dan lebih banyak waktu berkunjung.

Jadikan buku sebagai hadiah

Kesempatan memberi hadiah adalah cara yang sangat baik untuk menjadikan si kecil pencinta buku. Berikan buku dengan berbagai variasi cerita agar si kecil semakin mengenal dunianya dengan lebih kaya.

Bergabung pada klub membaca orangtua-anak

Banyak pusat komunitas, sekolah, dan perpustakaan yang memiliki klub membaca untuk orangtua dan anak. Biasanya, kegiatan ini melibatkan anak yang lebih tua.

Dengan bergabung di klub membaca, Anda bisa saling mendiskusikan isi buku dengannya atau dengan kelompok yang lebih luas. Dan untuk si kecil, Anda bisa turut mengajaknya saat ajang diskusi berlangsung. Jadi, ia semakin mengenal arti kebiasaan membaca.
***
sumber: lifestyle.okezone.com





Minggu, 07 Maret 2010

Uji coba ujian yang lebih dikenal dengan "try out" sudah tidak asing lagi bagi siswa di Indonesia. Apalagi dengan menjamurnya lembaga bimbingan belajar (bimbel).

Biasanya, "try out" yang diselenggarakan bimbel dilakukan secara konvensional, yaitu dengan kehadiran fisik. Tetapi salah satu bimbel di Indonesia, Primagama, mencoba bentuk baru. Bekerjasama dengan Microsoft, Primagama meluncurkan layanan "try out" online untuk menyambut Unas 2010. Layanan online ini dapat diakses melalui www.primagamaplus.com.

"Saat ini banyak sekali layanan yang sifatnya online. Namun belum tentu isinya mendidik," ujar General Manager Primagama Adam Primaskara, saat peluncuran www.primagamaplus.com di kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

"Try out" online memfasilitasi siswa sekolah dari jenjang SD hingga SMA untuk bisa belajar di rumah tanpa dipungut biaya alias gratis. Fasilitas ini, terang Adam, dapat dinikmati seluruh siswa di Indonesia, tanpa terhalang letak geografis. Mereka yang ingin mencobanya cukup melakukan registrasi di laman tersebut.

"Setelah ini, kami akan ada layanan lain, seperti video materi dan tutorial. Juga akan dibuat sistem serupa untuk persiapan SNMPTN, UM-UGM, SIMAK UI, dan lainnya," tambah Adam.

Selain dapat belajar menghadapi soal ujian, siswa juga dapat mengetahui hasilnya secara real-time dan membandingkannya dengan hasil dari siswa di wilayah lain. Sistem online ini juga dapat memetakan siswa di daerah mana yang masih kesulitan menghadapi Ujian Nasional.
***
sumber: edukasi.kompas.com



Sabtu, 06 Maret 2010

Ternyata tak hanya kasus Bank Century yang disebut-sebut sebagian pihak berdampak sistemik. Ujian nasional (UN) pun mengenal kosakata tersebut. PKS yang tak menyetujui UN sebagai syarat kelulusan siswa, menyatakan implementasi metodologi UN memiiki dampak sistemik.

“Dalam pandangan kami, sepanjang rapat panitia kerja dengan pemerintah, persoalan penting yang mengemuka adalah pada sistem atau metodologi UN yang dalam implementasinya memiliki dampak sistemik terhadap sistem pendidikan nasional secara menyeluruh,” ujar anggota komisi X, Rohmani.

Hal itu dikatakan Rohmani saat ia mengemukakan pandangan fraksinya mengenai UN dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Mendiknas M.Nuh di DPR, Senayan, Jakarta, akhir Januari 2010.

Jika UN menjadi vonis akhir lulus atau tidaknya peserta didik dari satuan pendidikan, lanjut Rohmani, maka UN telah mengabaikan adanya proses pembelajaran yang telah diamanatkan dalam UU Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).

"Pemerintah harus membenahi sistem evaluasi peserta didik dengan salah satu caranya menjadikan UN hanya sebagai salah satu komponen penilaian dan tidak menjadi syarat kelulusan peserta,” jelasnya.

Fraksi yang juga tidak setuju dengan UN adalah FPDIP. Dalam kesempatan berbeda, anggota fraksinya, Dedi Gumelar menyatakan fraksinya bulat menolak UN 2010 jika pemerintah menjadikan UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan.

Sementara itu, Mendiknas M. Nuh menyatakan UN akan tetap dilaksanakan. “Insya Allah akan tetap kita laksanakan. Termasuk dalam keputusan MA, tidak ada larangan juga melaksanakan UN. Maka tidak ada alasan juga pemerintah tidak melaksanakannya,” ucap Nuh.
***
sumber: detiknews.com





Jumat, 05 Maret 2010

Kemendiknas menggagas pemberlakuan sistem nomor induk siswa nasional. Dengan sistem itu, data siswa seluruh Indonesia dapat diketahui dan di-update. Hal itu mempermudah pelaksanaan berbagai program pendidikan, terutama pemberian bantuan kepada siswa. Misalnya, biaya operasional sekolah (BOS).

Mendiknas M. Nuh mengatakan, sebenarnya nomor induk siswa sudah ada mulai SD hingga SMA. Namun, sistem tersebut belum terintegrasi hingga perguruan tinggi. ''Kami tidak tahu berapa jumlah siswa kita yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan berapa siswa kita yang putus sekolah," terang Nuh.

Mantan rektor ITS itu menjelaskan, saat ini angka partisipasi murni (APM) siswa SD kurang lima persen. Dia menyebut, saat ini masih ada 1,7 persen siswa SD yang putus sekolah. Sedangkan siswa SD yang melanjutkan ke SMP baru 90 persen. "Berarti masih ada 10 persen siswa SD yang tidak melanjutkan ke SMP," terangnya.

Bukan hanya itu. Ada disparitas siswa SD yang melanjutkan ke SMP antara di kabupaten dan kota. Tingkat disparitas itu mencapai 20 persen. Sedangkan APM siswa SMP yang meneruskan studi ke SMA baru 73 persen. Juga terjadi disparitas yang lebih tinggi siswa yang melanjutkan pendidikan dari SMP ke SMA antara kabupaten dan kota. Tingkat disparitasnya mencapai 30 persen. "Kesenjangan-kesenjangan inilah yang akan kami atasi," terang Nuh.

Salah satunya, kata Nuh, pembuatan sistem nomor induk siswa nasional. Dengan sistem itu, dapat diketahui secara menyeluruh jumlah siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMP hingga perguruan tinggi. Selain itu, nomor tersebut bisa dipakai sebagai data program penerima BOS.
***
sumber: jawapos.co.id




Kamis, 04 Maret 2010

Pemerintah beralasan, ujian nasional (UN) mempunyai sisi positif jika terus dilakukan. UN dapat mencegah para pelajar melakukan tawuran.

"Tawuran pelajar di Jakarta turun drastis sejak adanya ujian nasional. Bagus kan kalau demikian?" ujar Menkominfo Tifatul Sembiring.

Tifatul menyampaikan itu ketika memberikan sambutan dalam diskusi publik bertajuk 'Ujian Nasional sebagai Alat Evaluasi Keberhasilan Pendidikan' di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis.

Meski menyatakan tawuran pelajar turun drastis, Tifatul tidak memberikan data detail tentang angka penurunan tawuran pelajar.

Tifatul menegaskan UN juga bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan, apakah sistem sudah berhasil atau tidak. "Kalau tidak demikian, lalu bagaimana cara mengevaluasi keberhasilan?" tanya politisi PKS ini.

Tifatul tidak sependapat jika UN dinilai melanggar HAM. "Loh kalau melanggar HAM, berarti negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia juga melanggar HAM dong. Ajukan mereka ke Mahkamah Internasional," tegas Tifatul.

Tapi sistem pendidikan di RI belum semerata negara lain? "Kalau soal itu, ya tanyakan ke Mendiknas," kata dia.
***
sumber: detiknews.com




Rabu, 03 Maret 2010

Cuma dengan Syarat Surat Keterangan Miskin


Program kuliah gratis yang diwadahi pemerintah melalui ‘beasiswa bidik misi’ kebanjiran peminat. Klaim dari Universitas Negeri Malang (UM), sudah ada lebih dari 800 siswa yang mendaftar program ini.

“Padahal, kuota yang ada di kampus kami hanya untuk 450 anak,” ujar Kusmintardjo, Pembantu Rektor bidang akademik UM, Senin (1/3).

Kusmintardjo menambahkan, angka pendaftar masih bisa membengkak lagi, karena masa pendaftaran baru akan ditutup Jumat (5/3) mendatang. Untuk itu, tambahnya, akan ada banyak pendaftar yang tereliminasi karena kuota yang tak memadai.

Sayangnya, sistem penyisihan yang digunakan UM nanti adalah dengan melihat latar belakang ekonomi siswa, bukan kecerdasannya. Meski, Kusmintardjo mengakui, data kemiskinan bisa lebih mudah ‘dibuat’ daripada nilai rapor, karena hanya mengandalkan surat keterangan dari Ketua RT hingga Kelurahan.

Apalagi, pihak UM juga tidak akan menerjunkan surveyor guna melihat kondisi kemiskinan masing-masing pelamar. “Kebijakan itu sudah diatur dalam petunjuk teknis dari pusat. Yang lebih miskin, lebih dapat prioritas,” tegasnya.

Pihak UM, sambung pengajar dari Fakultas Ilmu Kependidikan ini, juga bisa dibilang nyaris mustahil untuk mengadakan tes demi melihat siapa yang lebih pantas mendapatkan beasiswa ini. Ia berdalih, hal itu memerlukan dana yang tak sedikit.

“Taruhlah ada yang ketahuan memberikan data palsu, penerima beasiswa akan langsung kami drop-out,” janji Kusmintardjo.

Selain sistem eliminasi, kebijakan lain beasiswa ini juga dianggap tidak adil bagi calon pelamar. Kebijakan tersebut adalah mewajibkan pelamar menduduki peringkat 25 persen terbaik di kelas, bukan sekolah atau paralel.

Menanggapi hal ini, Kusmintardjo beralasan, UM menggunakan sistem ini karena banyak sekolah yang malas menilai siswa secara paralel. “Tahun lalu, kami menggunakan kebijakan terbaik sistem paralel. Tapi sekolah kebingungan, karena mereka tidak punya datanya,” ucapnya.
***
sumber: surya.co.id



Selasa, 02 Maret 2010

Tahun 2010, Malaysia menyediakan setidaknya 600 beasiswa penuh untuk jenjang S1, S2, dan S3.

Beasiswa mencakup biaya kuliah, dan biaya hidup selama belajar hingga lulus di beberapa universitas di Malaysia. Beasiswa tersebut diutamakan bagi mahasiswa luar Malaysia yang tidak mampu, namun memiliki kemauan belajar yang tinggi.

Khusus tahun ini, Malaysia juga menyediakan setidaknya 59 beasiswa spesial program S2 & S3 jurusan Keuangan Syariah, yang bisa dipakai untuk mengenyam pendidikan di Universitas INCIEF, Malaysia. INCIEF adalah satu universitas di Malaysia yang mengkhususkan dirinya pada program pascasarjana keuangan dan perbankan syariah.

Penambahan jumlah tersebut dilakukan Malaysia melihat perkembangan dunia keuangan syariah, dan bertambahnya minat masyarakat terhadap ilmu keuangan dan perbankan syariah dalam beberapa tahun terakhir.

Malaysia saat ini tengah gencar mempromosikan pendidikan tinggi di negerinya sejak negara itu tergabung dalam "Perjanjian Washington" tahun 2009 kemarin. "Perjanjian Washington" adalah sebuah kesepakatan yang dibuat oleh 13 negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris untuk menyamakan standar kualitas / akreditasi pendidikan tinggi mereka. Dengan akreditasi ini, maka kualitas pendidikan di sejumlah universitas di Malaysia, setara dengan universitas di Amerika, Kanada, dan Inggris.

Siswa yang ingin mendapatkan informasi beasiswa, bisa datang ke Kementrian Pengajian Tinggi Malaysia di Wisma Kodel lantai dasar, Kuningan, Jakarta. Atau mengakses lewat website: www.indonesia.studymalaysia.com.

Further Info:
DR Syed Alwee Alsagoff
Direktur Pemasaran Luar Negeri Pendidikan Tinggi Malaysia
+60 197 520 672
***
sumber: okezone.com




Senin, 01 Maret 2010

20 Februari - 5 Maret 2010

Sekedar Informasi buat rekan-rekan semuanya, silahkan jika ada yang berminat dapat gaji besar di Pertamina. Dan jika perlu, bisa disebarluaskan sekaligus mohon di forward untuk teman, pacar, keluarga, milist, atau lainnya, biar pada tahu tentang info ini.

Beberapa Bidang Studi yang di terima :

1. Teknik Geologi
2. Teknik Geofisika
3. Teknik Perminyakan
4. Teknik Pertambangan
5. Teknik Kimia
6. Teknik Mesin
7. Teknik Sipil
8. Teknik Elektro - Arus Kuat
9. Teknik Elektro - Arus Lemah
10. Teknik Fisika
11. Teknik Instrumen
12. Teknik Geodesi
13. Teknik Lingkungan
14. Teknik Metalurgi
15. Kesehatan Masyarakat
16. Ilmu Komputer
17. Teknik Telekomunikasi
18. Teknik Informatika
19. Teknik Komputer
20. Teknik Industri
21. Psikologi
22. Ilmu Komunikasi
23. Hukum
24. Ekonomi

Syarat :

* IPK Minimum: 3.00 (Skala: 4.00)
* Usia maksimum 27 tahun pada tanggal 1 Juli 2010.
* Bersedia mengikuti seluruh tahapan proses seleksi di lokasi test yang ditentukan.

Ketentuan:

Bagi Pelamar yang sudah melamar secara online pada acara Job Fair UPN Veteran Yogyakarta tanggal 6-7 Februari 2010 tidak perlu melamar lagi berdasarkan pemberitahuan ini.

Pelamar yang akan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi adalah yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan dan masuk dalam shortlisted kandidat berdasarkan evaluasi Tim Rekrutmen PERTAMINA EP.

Pelamar yang tidak diundang dalam 6 (enam) bulan dari batas akhir pemasangan iklan ini (5 Maret 2010) untuk mengikuti tahapan proses seleksi dinyatakan tidak lulus dalam seleksi.

Pelamar yang telah mengirimkan lamaran berdasarkan iklan ini dan diundang untuk mengikuti proses seleksi, maka secara otomatis dinyatakan bersedia mengikuti seluruh ketentuan dalam proses rekrutmen dan pengangkatan calon pekerja fresh graduate PERTAMINA EP.

Pelamar yang diundang untuk mengikuti tahapan seleksi bersedia untuk mengikuti proses seleksi di lokasi test yang ditentukan.

Dalam proses seleksi ini, PERTAMINA EP tidak memungut biaya apa pun dari peserta.

Kelengkapan dokumen akan diminta apabila saudara dipanggil untuk mengikuti tahapan seleksi, yang meliputi: Surat Lamaran, Curriculum Vitae, Foto Copy Ijazah, Foto Copy Transkrip Nilai, dan Pas Foto terbaru berwarna ukuran 4x6
sebanyak 2 lembar.

Apabila data yang saudara isikan dalam formulir ini berbeda dari dokumen otentik yang diserahkan dan tidak sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan, baik pada masa proses seleksi, pre-employment program maupun setelah menjadi pekerja, maka berlaku sanksi sesuai ketentuan di PERTAMINA EP.

Petunjuk Pengisian:

Pada halaman berikut akan ditampilkan formulir lamaran online bagi pelamar calon pekerja PERTAMINA EP. Isi formulir dengan data yang sesungguhnya.
Perhatikan keterangan / ketentuan format pengisian.

Perhatikan ketentuan sebagai berikut:

Data yang saudara isikan harus sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.

Apabila data yang dimasukkan tidak sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh PERTAMINA EP maka sistem akan secara otomatis me-reject Anda, dan Anda tidak dapat meneruskan proses pengisian sampai selesai.

Tulislah setiap informasi dengan jelas tanpa ada singkatan, kecuali untuk singkatan yang sudah berlaku dan dipahami secara umum.

Selengkapnya, klik di :






Minggu, 28 Februari 2010

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bandung meminta semua pihak agar tidak merekayasa nilai ujian nasional siswa agar lulus. "Jangan katrol nilai (ujian) karena itu pembodohan bangsa ini," kata JK saapan akrab Jusuf Kalla dalam kuliah umum bertema Edupreneurship di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, hari ini.

Menurut dia, rekayasa nilai ujian bisa membuat siswa merasa tak perlu lagi belajar karena ujiannya nanti dijamin bakal lulus. Akibatnya, siswa sekarang lebih punya banyak waktu luang yang diselingi dengan tawuran.

JK mengingatkan, kualitas pendidikan di Indonesia kini semakin menurun. Dia pernah membandingkan ujian nasional matematika antara siswa tahun 1950-an dengan tahun 2000. "Dulu jauh lebih sulit, sekarang lebih mudah dan pilihan ganda," katanya.

JK dibantu stafnya pernah membandingkan soal ujian nasional matematika tingkat SD dari 3 negara ASEAN. Hasilnya, Indonesia setara dengan Filipina. "Singapura dan Malaysia ujian SD-nya setara dengan SMP di Indonesia, pembuat soalnya dari Oxford," ujar JK.

Menurut JK, Standar nilai kelulusan hanya bisa dinaikkan bertahap 0,5 setiap tahun sejak 2003. Pemerintah memberi kesempatan ujian ulangan agar bisa lulus. Dia mengaku heran dan kaget ketika Presiden digugat oleh orangtua yang anaknya tidak lulus ujian nasional ke pengadilan. "Ujian nasional itu penting untuk menguji apa yang harusnya diketahui siswa. Pendidikan itu harus keras untuk menyelesaikan tugas-tugas belajar," katanya.
***
sumber: TEMPO Interaktif




Jumat, 26 Februari 2010

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Malang meminta siswa mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional (UN) yang akan diadakan tiga pekan mendatang.

Permintaan ini disampaikan karena Dinas Pendidikan memprediksi angka siswa yang tak lulus mencapai 45 persen atau sekitar 2 ribu siswa dari sekitar 4748 siswa SMA. "Angka ini cukup tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 12,34 persen," kata Kepala MKKS Kota Malang Tri Suharno, Selasa (23/2).

Prediksi Tri Suharno disimpulkan dari hasil try out UAN SMA ke 2 Kota Malang ke- 2 pada 15 Februari lalu. Hasil try out menyebutkan banyak siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata atau 5,5. Adapun mata ujian yang paling berpotensi membuat siswa tak lulus adalah Matematika, Biologi dan Fisika. "Nilai pelajaran sosial dan bahasa cukup bagus," ujar Tri.

Menurut Tri yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Malang ini menjelaskan soal try out UN dibuat semirip dengan soal UAN. Pada tahun lalu misalnya, tingkat kemiripan soal try out UN dengan UN mencapai 80 persen. "Soalnya tak sulit. Siswa hanya kurang teliti dan terburu-buru dalam mengerjakan soal."

Kepala Diknas Kota Malang, M. Shofwan memprediksi angka ketidaklulusan siswa SMA hanya akan mencapai 10 persen pada tahun ini. Ini karena persiapan siswa baik mental maupun fisik lebih baik dibandingkan tahun lalu. Apalagi, prestasi siswa di rapor lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Dari data yang didapat Tempo pada UN tahun 2009, jumlah siswa di Malang yang mengikuti UN sebanyak 6045 siswa. Dari jumlah itu, sebanyak 746 atau 12,34 persen siswa tidak lulus.
***
sumber: tempointeraktif.com




Rabu, 24 Februari 2010

Sistem online penuh diterapkan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010. Para calon mahasiswa hanya mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi syarat administrasi secara online

Ketua Majelis Forum Rektor PTN, Prof Haris Supratno mengatakan, pendaftaran mahasiswa baru lewat internet ini akan diluncurkan resmi sejak, Minggu (14/2). Seremonial digelar di Makassar.

Sistem online, katanya, efisien. Mahasiswa tak perlu datang ke panitia lokal. Mereka cukup ke warnet atau buka internet di rumah.

Panitia juga tak perlu menyediakan SDM, sarana dan prasarana. “Anggaran untuk penyelenggaraan SNMPTN bisa dipakai untuk menutupi biaya pengadaan saran IT dan meningkatkan kesejahteraan pengawas,” tambah Haris, Selasa (9/2).

Pendaftaran online diawali dengan membayar biaya pendaftaran di Bank Mandiri. Di sana para calon mahasiswa menerima PIN sebagai password (kata sandi) saat masuk ke situs snmptn.com. Semua persyaratan administrasi kecuali uang pendaftaran bisa diisi di situs itu.

Pendaftar tinggal mengisi formulir, upload foto dan kopi identitas diri sesuai menu dalam situs pendaftaran. Setelah mendaftar online, calon mahasiswa bisa mencetak data yang nantinya dijadikan bukti mengikuti ujian. Bagi masyarakat yang kesulitan mengakses internet, bisa mendapatkan bimbingan dan panduan di kampus-kampus PTN.

“Proses verifikasi peserta akan dilakukan pada hari pertama ujian. Karenanya, para peserta harus membawa bukti mendaftar dan identitas diri sesuai yang digunakan saat mendaftar online serta membawa bukti kelulusan,” terang Haris.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Priyo Suprobo menyatakan, sistem SNMPTN online sudah disiapkan secara bertahap. Kini tinggal dijalankan. Sebagai kampus yang dipercaya menjadi pengelola sistem SNMPTN se-Indonesia, ITS siap menjamin secara teknologi. “Selain ITS, yang juga terlibat dalam persiapan sistem online ini adalah badan penjamin mutu yang di dalamnya terdapat ITB dan Unair, serta ahli-ahli informatika,” papar Probo.

Guna menunjang operasional SNMPTN dari sisi IT, ITS telah menyiapkan tiga server utama, masing-masing di kampus ITS, Telkom, dan Bank Mandiri, selaku mitra . ”Server ini akan bekerja 24 jam nonstop yang mampu menampung data ratusan ribu pendaftar,” tambah Probo.

Meski menggunakan beberapa perangkat IT terbaru, Probo menjamin tidak ada peningkatan biaya operasional. Biaya yang dibutuhkan justru bisa lebih murah daripada cara pendaftaran manual. Apalagi, SNMPTN online memanfaatkan fasilitas inheren dan jaringan internet pendidikan nasional yang telah tersedia.

Dana pengadaan tambahan untuk server dan software semuanya berasal dari dana pendaftaran dan dana cadangan yang selama ini masih tersimpan. “Biaya pendaftaran tidak ada perubahan, selama tiga tahun ini tetap,” tegas Probo. Tahun lalu biaya biaya pendaftaran dan uji keterampilan SNMPTN adalah Rp 150.000 untuk jurusan IPA dan IPS, Rp 175.000 untuk IPC, dan uji keterampilan olahraga dan seni Rp. 100.000.
---
Alur Pendaftaran SNMPTN Online:

1.Menyetor biaya pendaftaran di Bank Mandiri

2.Dari bank, menerima PIN

3.Mengisi formulir di web SNMPTN

4.Melengkapi bukti kelulusan, foto, dan kartu identitas, dengan upload di web

5.Mencetak bukti pendaftaran untuk siap mengikuti ujian

6.Bukti pendaftaran, bukti kelulusan dan identitas diri yang digunakan dalam pendaftaran online dibawa saat mengikuti ujian hari pertama.
***
sumber: Surya




Selasa, 23 Februari 2010

Tes online (cyber test) gelombang pertama Ujian Masuk Bersama (UMB) PTS di Jawa Timur yang berlangsung di tiga kampus, yakni Ubaya, UWKS, dan Unisma, Minggu (21/2/2010), hanya diikuti 83 peserta.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang mencapai 213 peserta. Ketua Koordinator UMB PTS Wilayah III (Jatim) Prof Soegiono menyatakan, secara umum tes online UMB PTS gelombang pertama kemarin berjalan lancar.

Jumlah peserta masih sedikit, katanya, karena biasanya peserta adalah lulusan SMA tahun sebelumnya. Sedangkan yang sekarang masih duduk di bangku SMA biasanya masih wait and see.

Yang menentukan diterima-tidaknya mereka yang lolos gelombang satu ini, kata Soegiono, adalah rektor masing-masing PTS yang dituju oleh calon mahasiswa. "Kami hanya memberikan nilai tes, keputusan terakhir di tangan rektor," jelasnya.

Hasil tes kemudian akan diumumkan pada 24 Februari 2010. Seperti diketahui, UMB PTS yang digelar P-SPMBN (Perhimpuan Seleksi penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara) 2010 ini digelar dalam empat gelombang. Gelombang pertama pada 21 Februari 2010, kedua 13 Juni 2010, ketiga 8 Agustus 2010, dan terakhir 8 November 2010.

UMB PTS merupakan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru bagi PTS yang tergabung dalam P-SPMBN. Melalui proses ini, calon mahasiswa yang ingin mendaftar ke PTS di luar kota atau luar provinsi tidak perlu repot bepergian jauh. Mereka cukup mendaftar online dan mengikuti tes online di kampus terdekat, sama dengan proses pendaftaran SNMPTN atau UMB PTN.
***
Sumber: edukasi.kompas.com




Senin, 22 Februari 2010

Sebanyak 17 universitas dari negeri Paman Sam -- Amerika Serikat -- membuka pendaftaran di Surabaya, Sabtu (20/2/2010), untuk menjaring pelajar Jawa Timur.



"Ada keinginan kuat Cameron Hume (Dubes AS di Indonesia) untuk melipatgandakan jumlah pelajar Indonesia yang kuliah di Amerika hingga dua kali," ujar `Country Coordinator` Education USA, Brook W. Ross., di sela-sela pameran.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya membuka pameran pendidikan AS di Indonesia, bahkan pameran pendidikan di Surabaya merupakan pemeran yang pertama kalinya, kemudian pameran dilakukan di Medan (22/2), Yogyakarta (24/2), Bandung (26/2), dan Jakarta (28/2).

"Dubes AS di Indonesia ingin jumlah pelajar Indonesia yang saat ini mencapai 7.500 pelajar di Amerika akan meningkat dua kali lipat seperti sebelum krisis. Pelajar Indonesia yang kuliah di Amerika sebelum tahun 1998 mencapai 15 ribu orang," jelasnya.
***
sumber:berita8.com




Sabtu, 20 Februari 2010

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta sekolah umum tidak menolak siswa berkebutuhan khusus (inklusif) untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar layaknya peserta didik lainnya, karena tidak semua daerah telah memiliki sekolah khusus. "Saya mengharapkan agar sekolah umum, terutama di daerah, memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial," kata dia saat membuka Rakor Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) di Surabaya, Sabtu (20/1) malam.

Mendiknas mengingatkan, penolakan karena alasan akses bagi anak-anak inklusif sama saja dengan tindakan diskriminasi, sebab berbagai keterbatasan yang disampaikan pihak sekolah umum untuk bisa menerima anak inklusif sebenarnya bisa dicarikan solusinya. "Harus dapat dimaklumi pula mengingat anak berkebutuhan khusus sebagian besar tinggal di pelosok desa-desa dan kecamatan, sedangkan keberadaan sekolah luar biasa (SLB) atau sekolah khusus, seperti sekolah bagi anak-anak TKI, sekolah bagi anak di pulau-pulau terluar dan sekolah bagi anak Lapas hanya berada di kota/kabupaten," imbuh dia.

Karena itu, pada 2010 ini pemerintah terus memperluas implementasi program pendidikan inklusif pada tingkat SD, SMP, SMA dan SMK umum atau sekolah reguler sehingga anak berkebutuhan khusus yang tinggal di desa, kecamatan, berpeluang untuk belajar bersama-sama dengan peserta didik lain di sekolah biasa/umum. Selain itu, Kementerian Pendidikan Nasional akan mengakomodasi fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus dengan kelainan fisik, baik dalam pembangunan sekolah baru maupun proses rehabilitasi gedung sekolah.

"Kami akan mulai tahun 2010 sehingga fasilitas bagi penyandang cacat seperti jalur khusus bagi kursi roda, kamar mandi khusus sudah menjadi satu paket dalam pembangunan sekolah baru ataupun rehabilitasi sekolah," katanya. Lebih lanjut Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah akan memberikan perhatian khusus bagi pendidikan khusus yang termarginalkan melalui peningkatan alokasi anggaran bagi pendidikan khusus serta melakukan penataan manajemen pengelolaan sentra pendidikan khusus.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Eko Djatmiko mengakui, hingga kini masih banyak sekolah reguler/umum yang enggan menerima siswa dengan kategori inklusif karena berbagai macam alasan. "Di antaranya seperti tidak tersedia guru khusus yang bisa melayani anak inklusif, sekolah tidak memiliki fasilitas memadai untuk anak inklusif, dan kekhawatiran penolakan secara sosial dari peserta didik lainnya," katanya. Akibat penolakan tersebut, kata Eko, keprihatinan sejumlah orang tua anak inklusif pun tak bisa dihindari.
***
Sumber: ANTARA




Selasa, 16 Februari 2010

Menjelang pelaksanaan ujian akhir nasional Maret mendatang, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta para siswa kelas tiga Sekolah Menengah Atas mengurangi jam bermain termasuk membuka situs jejaring sosial Facebook. Sebab, kata dia, prestasi siswa SMU Jawa Timur tahun 2009 lalu jeblok dibanding tahun 2008.

"Semua yang merugikan dihindari, termasuk bermain Facebook juga harus dibatasi," katanya usai menghadiri pengukuhan Asosiasi Kepala Desa dan Perangkat (AKDP) di Jombang, Selasa (16/02).

Ia meminta pada ujian nanti para siswa tak percaya pada joki ujian nasional. Joki justru bisa menjerumuskan siswa hingga memperoleh nilai minimal.

Data dari Dinas pendidikan, jumlah siswa SMU, MA, Aliyah, hingga SMK yang tidak lulus pada tahun 2009 lalu mencapai 15.089 siswa, atau meningkat lebih dari 1 persen dari tahun sebelumnya.
***
sumber: Tempo Interaktif




Jumat, 12 Februari 2010

Perguruan Tingi Swasta (PTS) di Jawa Timur masih kesulitan menjaring calon mahasiswa. Indikasi itu semakin dikuatkan dengan minimnya peserta yang mengikuti program-program seleksi dan ujian masuk yang digelar sejumlah PTS di Surabaya.

Selain menggelar seleksi masuk mandiri, beberapa PTS memutuskan bergabung untuk menggelar ujian bersama dengan nama Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi Swasta (UMB PTS).

Namun pendaftaran pada masa-masa awal yang mulai digelar 11 Februari lalu masih belum banyak diminati. Pendaftar rata-rata menunggu untuk mendaftar di PTS setelah hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diumumkan.

"Jumlah pendaftar memang masih sepi. Biasanya setelah SNMPTN diumumkan baru banyak yang mendaftar," ujar Tri Tutik, Wakil Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STIE Perbanas Surabaya, Kamis (18/2).

Hal senada dikatakan Paguh Hudoro, Koordinator PMB Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Dia mengaku belum menerima laporan banyaknya pendaftar di Untag melalui jalur UMB. "Untuk periode kedua ini saya belum cek, tapi untuk periode sebelumnya pendaftar hanya ada 26 orang," katanya.

Untuk tahun 2010 ini, UMB PTS dilakukan sebanyak lima peroide. Periode tes pertama pada 8 November 2009 lalu. Pada periode kedua, tes dilakukan 21 Februari mendatang dengan periode pendaftaran mulai Kamis (11/2) hingga Jumat (19/2).

Menurut Paguh, UMB PTS memiliki kontribusi signifikan pada penerimaan siswa baru di Untag. Dari UMB, diperkirakan akan ada sumbangan sekitar 15-20 persen dari total PMB di Untag. Untuk tahun 2010 ini, Untag menargetkan 1.500 mahasiswa baru bisa diserap.

Panitia UMB PTS cukup maklum jika jumlah pendaftar melalui jalur ini masih minim. Meski demikian beberapa PTS di Indonesia juga tak henti memberi kemudahan bagi para calon mahasiswa. ''Tahun ini
PTS memberi bonus keringanan pembiayaan kuliah bagi peserta yang lolos seleksi, ini tentu menjadi kesempatan yang baik bagi para calon mahasiswa,'' ujar Ketua UMB PTS Regional III (Jatim), Prof Soegiono.

Selain Untag dan STIE Perbanas, di Surabaya ada enam PTS lainnya yang ikut bergabung dalam UMB. Sementara, di regional III yang meliputi wilayah Jawa Timur, terdapat sembilan PTS yang bergabung dalam UMB.

Sebanyak tujuh di PTS antaranya dari Surabaya, yakni Universitas Surabaya, UPN Veteran, Untag, Universitas Wijaya Kusuma, STIE Perbanas, Stiesia, dan ITATS. Sementara, PTS lain yang masuk dalam regional III berasal dari Malang, yakni Universitas Islam Malang. Saat ini, di seluruh Indonesia, terdapat 34 PTS yang bergabung dalam UMB PTS.
***
sumber: Republika




Labels

Alumni (21) Amerika Serikat (1) Angkatan 1995 (1) Anti Korupsi (1) Arab Saudi (1) Arema Malang (1) Artikel (8) ASEAN (1) ay kusnadi (1) Ayusta (1) Bahasa (2) Balitjestro 2008 (1) Bandung (1) Bank Mandiri (1) Bantuan Operasional Sekolah (1) barongan (1) Basketball (1) bca (1) Beasiswa (19) Berita (3) berita duka (1) BHMN (1) Bimbel (1) Biodiversity (1) Bisnis (1) bisnis online (1) Blog (5) bondan winarno (1) BOS (3) Buku (1) Buku Paket (1) Bulan Bahasa (1) Bullying (1) Bursa Kerja (1) Candi Kidal (1) Class Meeting (1) Dee (1) dollar gratis (1) Dumpul (1) dunia maya (1) Ekstrakurikuler (5) Facebook (2) Fair Play (1) Fisika (1) Friendster (1) Futsal (1) gado gado (1) Global Warming (1) Google (1) Gunung Tabor (1) Guru (10) Gus Dur (1) HUT ke-30 (1) IKAPALA (1) imam gozali (1) Inggris (1) Inspirasi (1) Internet (1) IPB (1) Iptek (3) Istana Negara (2) ITB (1) Jabodetabek (1) Jambi (1) Jawa Timur (4) Jepang (1) jerman (3) Jeru (1) Jilu (1) Jombang (1) Jusuf Kalla (1) Kabupaten Malang (4) kampus (1) karir.com (1) Kegiatan (1) Kelas A4 (1) Kelas XII (1) Kemendikbud (3) Kemendiknas (1) Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (1) Kepala Sekolah (1) Kesehatan (3) KH. Abdurrahman Wahid (1) Kiat Jitu (1) Komik (1) Komunitas (1) kosmetika (1) Kota Batu (1) Kota Malang (5) Kuliah (1) kuliner (1) kusti (2) launching (1) Lingkungan (1) LIPI (1) Lowongan (1) Lulusan 2008 (1) M. Nuh (1) Mahasiswa (2) Mahasiswa Baru (2) Mahkamah Konstitusi (1) maknyus (1) Malang (3) Malang Raya (1) Malangsuko (1) Malaysia (1) Matematika (1) Mendiknas (1) Mendit (1) Menkominfo (1) Menulis (2) Menulis Ilmiah (1) Minat Baca (1) Motto Kelas (1) nDangdut (1) Nostalgia (2) Otonomi Daerah (1) Pahlawan Nasional (1) pak temun (1) Pancasila (1) panggung terbuka (1) Pelajar (1) Pelajaran (1) Pemerintah (1) Pendidikan (11) Pendidikan Nasional (6) Penelitian Ilmiah Remaja (2) Perbankan (1) Perguruan Tinggi (3) Perguruan Tinggi Swasta (2) Permen Karet (1) Pertamina (2) Pilkada (1) PMP (1) PMR (1) Pornografi (1) pramuka (2) Precet (1) Profil (2) PTN (3) PTS (1) Redaksi (1) remaja (2) reuni (5) Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (3) Riset (1) RSBI (4) Rujak Cingur (1) S-1 (1) S1 (1) S2 (1) S3 (1) Sains (1) Sarjana (1) SBI (1) SD (5) Sejarah (3) Sekolah Hijau (1) Sepakbola (2) sepeda (1) Situs (1) SMA (17) SMA Kebon Tebu (1) SMAN 1 Malang (1) sman tumpang (3) SMANETA (10) Smansa (1) SMK (1) SMKN Turen (1) SMP (4) SNMPTN (2) SNMPTN Online (1) soeharto (1) STT Telkom (1) sugeng hadiono (1) Sukoanyar (1) Surabaya (1) Tahun 2013 (1) Tahun Baru (1) Taiwan (1) Tawuran (1) teknologi (3) Tes Online (1) Tips (5) Tomik HS (1) Trik (1) Try Out Online (1) Tulus Ayu (1) Tumpang (2) UAN (2) UASBN (1) UGM (2) UI (1) Ujian (2) Ujian Akhir Nasional (1) Ujian Nasional (5) Ujian Nasional 2010 (1) Ujian Nasional 2011 (1) Ujian Nasional 2012 (1) UM (1) UMB (1) UN (7) UN 2010 (5) UN 2012 (1) Universitas (1) Universitas Brawijaya (1) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (1) Universitas Paramadina (1) UNS Solo (1) Virus (1) wafat (1) Wakil Gubernur (1) website (2) Wendit Water park (1) Wisata (2) wisnuwardhana-narasinghamurti (1) www.smantumpang.com (1)
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!