Minggu, 18 November 2012


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencari sosok kepala sekolah (kepsek) SMA/SMK yang berwawasan lingkungan hidup pada tahun ini. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Surya Dharma menyatakan, kementerian sedang memilih nama-nama kepala sekolah yang memiliki wawasan dan berperilaku ramah terhadap lingkungan serta siap bertanggung jawab dalam mentransfer wawasan tersebut.

"Ini semacam lomba dari Mendikbud yang pelaksanaannya sudah masuk tahun ketiga. Kami mencari sosok Kepsek yang dapat mempraktikkan kehidupan ramah lingkungan di sekolah dan sekitarnya, juga punya wawasan lingkungan yang luas dan harus mempunyai inovasi dalam gerakan cinta lingkungannya," ujar Surya saat ditemui di acara peluncuran Sekolah Sobat Bumi PT. Pertamina di Jakarta, Kamis (18/10/2012) sore kepada Kompas.com.

Dalam program tersebut, Surya menjelaskan ada tiga bidang yang termasuk dalam program peningkatan mutu kepala sekolah, yaitu bidang ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup. Melalui KTSP dalam konteks lingkungan hidup, pemerintah ingin dalam hal ini, pendidikan karakter pendidik dapat terbentuk melalui kegiatan tersebut.

"Kalau kita angkat tema besarnya, pendidikan ini saat ini sedang dalam mengembangkan pendidikan karakter. Salah satu bagiannya adalah cinta terhadap lingkungan. Kita mencoba fokus bagaimana memilih pemimpin sekolah yang sungguh cinta terhadap lingkungan," katanya lagi.

Dari kepala sekolah yang nantinya terpilih, dia mengharapkan akan ada pemimpin sekolah yang membawa perubahan pembenahan alam, sehingga tercipta sekolah yang bersih, asri, dan banyak tanaman hijau, atau sekolah green school semakin banyak.

"Oke, dalam memilih kepala sekolah berwawasan lingkungan ini, kita sudah meminta dinas pendidikan provinsi untuk menggelar pemilihan di 33 provinsi, kemudian diknas merekomendasikan satu nama kepsek terbaik, yang jika sudah memenuhi syarat, akan kami undang ke Jakarta untuk dipilih secara nasional," terangnya.

Selanjutnya, nama-nama kepsek tersebut akan mengikuti tahapan verifikasi dan kompetensi di bidang lingkungan hidup. Panitia akan mendatangi sekolah asal dan melakukan verifikasi. Jika terbukti berkualitas, maka kepsek tersebut berhak mengikuti ajang lomba di tingkat nasional. Penganugerahan kepsek berwawasan lingkungan akan diberikan pada hari guru nasional, yaitu 25 November 2012.


***

sumber: kompas.com


kotak 
bawah

Selasa, 13 November 2012


Tenaga pendidik tentunya juga butuh mengembangkan ilmu agar pengetahuan yang disampaikan kepada peserta didiknya tidak terbatas. Kali ini, Kantor Pendidikan dan Kebudayaan Amerika Serikat membuka peluang beasiswa bagi para guru sekolah menengah dari Indonesia melalui program International Leaders in Education Program (ILEP).

Program ini akan dimulai dengan pengajaran di kelas dan pelatihan intensif mengenai metodologi pengajaran, penyusunan silabus, strategi pengajaran, sikap kepemimpinan serta kemampuan teknologi. Setelah kegiatan ini, para peserta ILEP juga akan diwajibkan magang di sekolah menengah yang ada untuk berhubungan secara aktif dengan guru dan murid di Amerika.

Peserta yang berhak untuk program ini adalah guru sekolah menengah yang merupakan guru tetap dengan spesifikasi mata pelajaran Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Matematika dengan pengalaman mengajar sekitar lima tahun atau lebih. Para guru ini juga harus tercatat sebagai warga negara Indonesia dan memiliki sertifikasi bahasa berupa ITP TOEFL dengan skor minimum 500 atau IELTS dengan skor minimum 5.0 atau IBT TOEFL dengan skor minimum 60/61.

Selanjutnya, para guru ini juga harus melengkapi formulir pendaftaran yang dapat diunduh di sini. Bersama dengan formulir pendaftaran tersebut, ikut dilampirkan juga curriculum vitae, selembarStatement of Purpose, surat rekomendasi serta fotokopi identitas diri. Penyelenggara tidak menerima aplikasi yang dikirimkan secara online. Oleh karena itu, kirimkan aplikasi ke AMINEF OFFICE, CIMB NIAGA Plaza, 3rd Floor, Jalan Jenderal Sudirman Kav 25, Jakarta, 12920 sebelum 15 April 2013.

Dari program ini, para peserta akan dibiayai penuh selama pendidikan dan mendapat buku serta alat elektronik berupa laptop. Akomodasi dan asuransi kesehatan juga ditanggung oleh The International Research & Exchanges Board (IREX) sebagai penyelenggara program ini. Jika butuh informasi lebih lanjut dapat melayangkan e-mail ke alamat infofulbright_ind@aminef.or.id

***

sumber: Kompas.Com

kotak 
bawah

Kamis, 08 November 2012


Anda berprofesi sebagai guru dan suka nge-blog? Atau punya kenalan seorang guru yang suka nge-blog? Jangan ragu untuk merekomendasikan diri atau kenalan Anda yang berprofesi sebagai guru ke Kompasiana. Terkait acara Kompasianival 2012,  Kompasiana akan memberikan penghargaan kepada guru yang suka nge-blog dan aktif di media sosial.

Mulai tahun ini dan seterusnya, Kompasiana akan memberikan penghargaan “Guru Paling Ngeblog” kepada guru yang aktif dalam memanfaatkan sarana blog dan media sosial untuk menunjang tugasnya sebagai seorang guru. Calon “Guru Paling Ngeblog” ini direkomendasikan oleh diri sendiri maupun pengguna internet lainnya dengan menyertakan data diri lengkap dan bukti nyata bahwa orang yang direkomendasikan adalah benar seorang guru, baik itu guru honorer maupun guru tetap di sekolah swasta atau negeri.

Namun, guru yang direkomendasikan harus memiliki akun di Kompasiana.com dan memberikan alasan kenapa guru yang dinominasikan layak menjadi “Guru Paling Ngeblog”. Penghargaan “Guru Paling Ngeblog” dipilih berdasarkan kualitas dan kuantitas konten di blog serta dampaknya terhadap proses mengajar yang dilakukan. Interaksi calon di media sosial lainnya juga menjadi pertimbangan dalam mengukur efektifitas konten yang dibuat di blog.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa baca syarat dan ketentuan serta mekanisme “Guru Paling Ngeblog" di laman Kompasianival 2012. Penyelenggaraan Kompasianival 2012 sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 17 November 2012 di Skeeno Hall, Gandaria City, Jakarta. Sedangkan untuk hadir dalam acara Kompasianival 2012, Anda cukup mendaftarkan diri di laman registrasi Kompasianival 2012.

Tertarik? Segera rekomendasikan diri sendiri atau kenalan Anda yang berprofesi sebagai seorang guru untuk menjadi “Guru Paling Ngeblog” di Kompasiana.



***
sumber: kompas.com

kotak 
bawah

Sabtu, 03 November 2012


Tren bahasa alay terus merebak. Tak hanya di kalangan anak muda, tetapi juga di antara orang dewasa. Bahasa pergaulan yang mulai populer tahun 2009 ini pun masih sajangetren sampai saat ini dalam berbagai variasi. Bahasa ini makin masif karena media massa memopulerkannya lewat iklan dan tayangan-tayangan.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Mahsun, tak ambil pusing. Bahasa gaul anak muda ini tidak dinilainya sebagai suatu permasalahan yang besar.

"Tidak apa-apa, biarkan saja!" katanya kepada Kompas.com sambil tertawa di Jakarta, Kamis lalu.

Bahasa alay, lanjutnya, tak akan bertahan lama. Menurut Mahsun, tren ini hanya akan berkembang dalam rentang waktu terbatas saja dan tidak akan berefek buruk jika anak dan remaja tahu tentang posisi bahasa alay yang sebenarnya.

"Biarlah untuk sesaat dan hanya untuk kepentingan pergaulan anak muda. Selama kita dapat menumbuhkan kesadaran bahwa bahasa alay juga merupakan bagian dari varian bahasa kita, mereka pun tahu caranya berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai tempatnya," terang Mahsun dengan santai.

Menurutnya, sehebat apa pun bahasa di dunia pasti memiliki keberagaman, baik itu jenis, idiom, maupun tata bahasanya. Bahkan, setiap bahasa akan terus mengalami perkembangan dan perubahan. Hanya, para ahli bersepakat untuk memiliki satu standar bahasa yang nantinya dapat digunakan oleh suatu masyarakat tertentu. Dengan demikian, bahasa tersebut menjadi satu bahasa yang dimengerti banyak orang sehingga pesan satu sama lain dapat tersampaikan.

"Jadi, tidak bisa dihindari hal seperti itu. Tinggal kita tahu menempatkan posisi berkomunikasi seperti apa? Menjaga supaya tidak seenaknya berbahasa, juga menjaga pertumbuhan bahasa biar tidak liar," ujarnya lagi.

Mahsun menambahkan, masyarakat dan medialah yang justru memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam menjaga standar bahasa yang sudah dimiliki. Masyarakat dapat membantu pemeliharaan bahasa dengan memeragakan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Media pun dapat menjaga sajian bahasa lisan maupun tulisannya dengan benar.


***
sumber: kompas.com


kotak 
bawah

Jumat, 14 September 2012

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memprediksi wilayah Malang terancam tenggelam pada Tahun 2030 mendatang. Sebab, banyak hutan maupun daerah hijau di Kota Apel telah beralih fungsi menjadi kompleks pertokoan dan perumahan.

Menurut Asisten Deputi Adaptasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Emma Rahmawati, luapan Sungai Brantas mengancam kondisi wilayah Malang, karena adanya indikasi meningkatnya curah hujan.

"Nanti 80,32 persen wilayah Kota Malang terkena dampak luapan Sungai Brantas," katanya dalam Lokakarya integrasi aksi adaptasi perubahan iklim dalam pengelolaan sumber daya air Sungai Brantas di Hotel Savana Jalan Letjen Sutoyo, Jumat (14/9/2012).

Emma mengaku, pihaknya sudah melakukan analisa selama satu tahun lebih untuk mengetahui dampak tersebut. Karenanya, lanjut dia, antisipasi awal harus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. "Harus langkah antisipasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang," tutur dia.

Selain ancaman banjir, kata dia, wilayah Kota Malang juga akan mengalami kekurangan air bersih dan berkembangnya bibit penyakit secara cepat akibat genangan air. "Salah satunya demam berdarah," sambung dia.

Dirinya mengungkapkan, beberapa langkah patut dilakukan mencegah ancaman itu. Yaitu dengan program rehabilitasi lahan. "Kalau perlu harus memanfaatkan embung air atau lahan resapan," ungkap dia.
***

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Selasa, 27 Maret 2012

Pemerintah mulai menyosialisasikan pencairan dana rintisan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk SMA sederajat. Pencairan direncanakan mulai April 2012 dengan besaran dana Rp 10.000 per siswa per bulan.

"Sosialisasi sudah dilakuklan oleh dinas pendidikan ke sekolah. Rintisan BOS untuk sekolah menengah dihitung mulai Januari 2012. Nanti akan cair per triwulan. Dari sosialisasi diinformasikan, penyaluran rintisan BOS sekolah menengah mulai April nanti," kata Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia, Rabu (14/3/2012) di Jakarta.

Rintisan BOS sekolah menengah ini untuk mewujudkan wajib belajar 12 tahun. Pemerintah menyebutnya pendidikan menengah universal mulai tahun depan. Tujuannya, agar anak-anak muda bangsa menikmati pendidikan hingga jenjang SMA sederajat, dalam rangka meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Iwan, rintisan BOS SMA seperti dana BOS SD-SMP untuk wajib belajar sembilan tahun, rawan dikorupsi. Penyebabnya, sekolah masih memiliki dana sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) dan dana sumbangan pendidikan (DSP).

"Pengalaman BOS provinsi saja, ada upaya dikorupsi. Modusnya dengan penggandaan kwitansi tetapi sebenarnya satu barang karena rintisan BOS sekolah menengah ini diluar APBS," ujar Iwan yang juga wakil kepala SMA negeri di Bandung.

Oleh karena itu, kata Iwan, seharusnya jika rintisan BOS sekolah menengah sudah turun, perlu dilakukan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). Perubahan APBS tersebut untuk memasukkan rintisan BOS.

Selain itu, harus ada lanporan secara periodik kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut serta mengawasi penggunaan rintisan BOS sekolah menengah.
***


Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?
kotak bawah

Sabtu, 24 Maret 2012

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, membuka jalur beasiswa untuk semua jurusan bagi para penghafal Al Quran dalam penerimaan mahasiswa baru 2012. Dengan menghafal 10 juz Al Quran, calon mahasiswa sudah bisa meraih beasiswa tersebut.

"Untuk tahun ini, UIN Malang membuka jalur beasiswa bagi calon mahasiswa penghafal Al Quran sebanyak 100 orang. Syaratnya hanya dengan hafal 10 juz Al Quran sudah bisa raih beasiswa itu," jelas Helmi Syaifuddin, Ketua SAR UIN Maliki Malang, Kamis (8/3/2012).

Beasiswa tersebut adalah program Haiat Tahfidz Quran (HTQ) UIN Maliki Malang, yang khusus menjaring calon mahasiswa yang memiliki keahlian menghafal Al Quran.

"Model beasiswanya adalah bantuan dari kampus melalui tes mandiri prestasi," katanya.

Proses tes mandiri tersebut, jelas Helmy, setiap calon mahasiswa di tes membaca dan menulis ayat Al Quran. "Kalau nantinya lolos tes hafal 10 juz Al Quran, maka otomatis akan mendapatkan beasiswa," ujar Helmi.

Tak hanya itu, setelah lolos mendapatkan beasiswa, calon mahasiswa akan dibina di asrama UIN Malang, agar terus hafal hingga selesai 30 juz.

"Kalau terus berprestasi, akan terus diusulkan agar kembali dapat beasiswa tahun selanjutnya. Kalau malah tak berprestasi, tidak akan diusulkan dapat beasiswa lagi," katanya.

Lebih lanjut Helmy mengatakan, selain beasiswa untuk penghafal Al Quran, UIN Malang juga telah bekerja sama dengan 9 pondok pesantren yang ada di Jawa Timur yang meluluskan santrinya tanpa ada ijazah formal.

"Bagi santri lulusan pondok pesantren yang tidak memiliki ijazah pendidikan formal bisa diterima di UIN Malang, asal ada ijazah sekolah non formal yang dikeluarkan oleh pesantren yang bersangkutan," paparnya.

Sembilan pesantren yang sudah menjalin kesepakatan dengan UIN Malang itu, di antaranya, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Nurul Jadid, Paiton Probolinggo, Al Amien Madura, Gontor Ponorogo.
***


Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?
kotak bawah

Rabu, 21 Maret 2012

Pada tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menggratiskan biaya seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengatakan, saat ini Kemdikbud tengah menghitung dana yang diperlukan untuk menerapkan SNMPTN gratis.

Tahun 2011, pemerintah mengalokasikan Rp 30 miliar untuk menyelenggarakan SNMPTN. Besaran dana itu mampu menutupi biaya operasional SNMPTN jalur undangan dan ujian tulis sekitar 35 persen.

Rencana ini, jelas Djoko, sejalan dengan akan dihapuskannya SNMPTN jalur ujian tertulis. Menurutnya, dengan hanya membuka jalur undangan dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN, beban penyelenggaraan SNMPTN lebih ringan karena tidak perlu lagi mencetak naskah untuk ujian tulis.

"Semua menjadi lebih hemat karena tidak ada biaya cetak. SNMPTN akan gratis karena pemerintah yang membayarnya," kata Djoko, Selasa (13/3/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Selama ini, peserta SNMPTN memang dikenai biaya pendaftaran yang nilainya berbeda setiap tahunnya. Pada 2012, setiap peserta jalur undangan dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 175.000. Adapun untuk jalur ujian tulis setiap peserta dikenai biaya Rp 150.000 untuk kelompok IPS dan Rp 175.000 untuk kelompok IPC (IPA dan IPS).

Di luar itu, terdapat juga ujian keterampilan sebesar Rp 150.000 untuk setiap peserta yang dibayarkan saat peserta mengikuti ujian keterampilan di PTN penyelenggara.
***


Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?
kotak bawah

Minggu, 18 Maret 2012

Pengamat sosial Universitas Muhammadiyah Malang, Rinekso Kartono, mengatakan pendidikan moral dan etika dalam beberapa tahun terakhir mulai terabaikan dari pelajaran sekolah.

"Sekarang ini sekolah-sekolah, terutama sekolah umum, hanya fokus untuk mengejar prestasi akademik. Pendidikan soal etika dan moral terabaikan," kata Rinekso, di Malang, Senin.

Akibatnya, kata dia, anak didik secara perlahan mulai mengalami disfungsi sosial maupun etika. Mereka juga mulai berani menabrak etika dan norma-norma agama maupun masyarakat.

Rinekso mengakui pendidikan moral dan etika memang bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Keberadaan dan contoh dari orang tua maupun lingkungan juga ikut berperan dalam memmbentuk sikap serta karakter anak.

''Namun demikian, pendidikan yang diterapkan di sekolah saat ini sangat jauh berbeda dengan proses dan sistem pendidikan di era tahun 1980-an. Selain mengejar prestasi akademik, nilai-nilai etika dan moral juga menjadi target keberhasilan sebuah proses belajar,'' katanya.

Proses belajar yang hanya mengejar prestasi akademik membuat anak-anak jenuh dan "berat". Sehingga ketika ada kesempatan, mereka tidak lagi mampu mengontrol afektifnya. Mereka melampiaskan kejenuhannya mulai dari sekedar jalan-jalan di mal hingga nongkrong (hangout) di kafe-kafe.
***


Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?
kotak bawah

Kamis, 15 Maret 2012

BCA meresmikan pusat pelatihan perbankan program diploma perbankan di kampus Universitas Brawijaya, Malang dalam rangka menunjang proses belajar mengajar mahasiswa diploma. "Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program bakti BCA dalam bidang pendidikan," ucap Sekretaris Perusahaan BCA, Inge Setiawati.

Dalam kerja sama ini, lanjut Inge, BCA dapat turut berpartisipasi membantu peserta didik advokasi, Universitas Brawijaya untuk menjadi lulusan yang siap pakai, di industri finansial khususnya di bidang perbankan.

Dengan fasilitas yang ada, program pusat pelatihan perbankan akan sangat berguna bagi mahasiswa, karena program diploma perbankan Universitas Brawijaya sebagai modal awal untuk memasuki dunia kerja, tegasnya.

Menurut Rektor Universitas Brawijaya Prof Yogi Sugito, dukungan dari praktisi dan pelaku pada industri perbankan akan memperkaya dan melengkapi dalam pengembangan program Diploma Perbankan UB. Jadi kehadiran pusat pelatihan perbankan akan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk dapat lebih memahami proses pada industri perbankan. Diharapkan, melalui program ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja.

***

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?
kotak bawah

Kamis, 01 Maret 2012

BANYAK informasi tentang beasiswa bisa kita dapatkan dari internet. Tetapi, jika tidak teliti dan hati-hati, kita akan tergiring kepada informasi beasiswa palsu.

Sebelum memutuskan melamar suatu program beasiswa, kenali dulu ciri-ciri beasiswa palsu agar kamu tidak tertipu.

1. Organisasi pemerintah palsu
Hanya karena sebuah organisasi pemberi beasiswa memiliki nama yang terdengar resmi seperti institusi pemerintah, bukan berarti ia merupakan lembaga milik pemerintah. Banyak penipuan beasiswa menggunakan trik untuk terlihat seperti buatan institusi negeri untuk menggaet banyak korban. Hati-hati!

2. Kami mendaftarkan Anda!
Trik yang satu ini jelas ciri penipuan. Bagaimana bisa sebuah lembaga mengurus aplikasi beasiswamu? Mereka tidak bisa menulis personal essay-mu, mereka tidak bisa meminta surat rekomendasi untukmu, mereka mengisi formulir pendaftaran dengan nama dan data pribadimu kecuali kamu memberikannya kepada mereka!

Jadi, hindarilah website-website beasiswa yang menawarkan jasa mengurus dan mendaftarkanmu pada sebuah program beasiswa.

3. Kamu memenangi beasiswa yang tidak pernah kamu lamar
Beberapa penipu beasiswa akan mengontak alumni dari berbagai sekolah secara acak dan memberi tahu bahwa mereka mendapatkan beasiswa. Seringkali, si penelepon akan meminta calon korbannya membayar sejumlah uang atau memberi tahu nomor rekeningnya sebelum uang beasiswa itu bisa ditransfer.

Jika kamu mendapatkan telepon seperti ini, jangan langsung memberikan informasi yang mereka minta. Cari tahu dulu keterangan tentang 'beasiswa' tersebut. Dan, jika kamu diminta membayar sejumlah uang untuk mendapatkan beasiswa, tutup teleponmu!

4. Kesalahan tata bahasa
Website-website beasiswa palsu sering mencantumkan kesalahan tata bahasa dalam informasi yang mereka siarkan. Misalnya, mereka mungkin salah mengeja 'scholarship' menjadi 'scholorship'. Jika kamu menemukan website beasiswa seperti ini, hati-hati, bisa jadi itu penipuan.

5. Peluang yang tidak diminta
Biasanya, sponsor beasiswa tidak akan menghubungi kita kecuali kita yang lebih dulu membuka kontak dengan mereka. Jika seseorang yang mengaku dari lembaga pemberi beasiswa menawarimu beasiswa yang tidak pernah kamu lamar sebelumnya, waspadalah, bukan mustahil itu trik mereka untuk menipumu.

6. Lebih dari 50 persen pelamar mendapat beasiswa
Jika sebuah program beasiswa memberi statistik kesuksesan yang tinggi, maka bisa jadi semua siswa terbaik di dunia yang melamar beasiswa itu adalah fiktif. Hindari semua jenis beasiswa seperti ini.

7. Menggunakan alamat dengan kotak pos
Hati-hati ketika kamu menemukan informasi beasiswa yang mencantumkan alamat kediaman pribadi atau nomor kotak pos (PO BOX) sebagai alamat korespondensi mereka. Beasiswa-beasiswa asli memiliki alamat resmi.

8. Biaya lain-lain
Beberapa beasiswa palsu mengenakan biaya kepada para pelamarnya. Mereka mencoba meyakinkanmu bahwa ada pajak atau biaya administrasi lain yang harus kamu bayar sebelum mendapatkan beasiswa.

Jangan pernah membayar serupiah pun kepada mereka. Beasiswa resmi akan mengurangi biaya administrasi yang dibutuhkan dari jumlah beasiswa yang akan kamu dapatkan. 

9. Semua bisa dapat beasiswa
Semua sponsor beasiswa pasti mencari kandidat dengan kualifikasi spesifik yang telah mereka tetapkan. Misalnya, beasiswa untuk pelajar berprestasi dalam bidang tertentu, beasiswa atlet, atau beasiswa bagi anak muda pegiat seni dan budaya, dan sebagainya.

Bagaimanapun juga, tidak ada sponsor beasiswa memberikan dana bantuan studi kepada siapa pun tanpa syarat khusus. Kamu perlu mencurigai penawaran beasiswa yang menyatakan semua calon memenuhi syarat mereka sebagai penerima beasiswa. Mereka hanya ingin menguras uangmu.

10. Berpura-pura sebagai yayasan non-profit
Banyak penipuan beasiswa berusaha menarik kepercayaan masyarakat dengan berpura-pura sebagai lembaga atau yayasan non profit. Hanya karena sebuah sponsor beasiswa memiliki kata 'yayasan' di namanya, mereka tidak selalu benar-benar lembaga non-profit. Teliti lagi.

11. Dana beasiswa ratusan juta rupiah tidak tersalurkan tahun lalu
Ada juga penipuan yang menggunakan trik ini untuk memincut calon korbannya. Mereka mengklaim, dana beasiswa ratusan juta rupiah tidak tersalurkan tahun lalu.

Intinya, selalu teliti setiap informasi besiswa yang kamu dapatkan dari sumber mana pun. Jangan remehkan kecurigaan pada hal sekecil apa pun. Pastikan dulu keotentikan beasiswa yang akan kamu lamar.
 
***

sumber: okezone.com

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Selasa, 28 Februari 2012

Mencari waktu untuk menulis segala ide kreatif yang terlintas di kepala, atau mengerjakan tugas ilmiah menjadi hal yang sulit dilakukan bagi para pekerja. Apalagi, jika Anda menjalani studi di tengah kesibukan tugas-tugas profesional lainnya. Maka, hal yang harus dilakukan adalah memilih waktu yang memang bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas menulis. Ada triknya, mencuri waktu di sela seabrek rutinitas sehari-hari. Ikuti trik ini! 

Langkah 1:
Carilah tempat yang memberikan kenyamanan, jauh dari kebisingan atau gangguan. Tak ada orang lain selain Anda yang memanfaatkan ruang tersebut. Bisa saja, ruangan itu menjadi tempat kerja Anda yang berada di salah satu sudut rumah, basement, dan lain-lain.

Langkah 2:
Buatlah jadwal aktivitas Anda sehari-hari dan kenali waktu luang yang bisa Anda manfaatkan untuk menulis. Misalnya, jika pada hari Kamis-Sabtu waktu Anda penuh dengan berbagai aktivitas, maka Anda bisa meluangkan waktu di hari Minggu hingga Rabu. Setelah mengetahui waktu yang bisa dimanfaatkan, cobalah untuk konsisten memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya.

Langkah 3:

Matikan TV. Jika ada anggota keluarga atau teman sekamar yang keberatan, maka Anda bisa pindah ke ruangan lain untuk menulis. Sementara seisi rumah menonton TV, maka itu waktu utama Anda dapat menulis tanpa gangguan.

Langkah 4:
Tentukan tujuan menulis! Kebanyakan penulis menemukan bahwa tujuan kerja lebih penting daripada waktunya. Beri tenggat waktu secara konsisten pada diri Anda. Misalnya, Anda dapat menyelesaikan satu artikel dalam seminggu atau tiga hari menghasilkan 3 halaman perhari. Pertahankan!

Langkah 5:

Atur waktu untuk menulis. Sangat mudah mendapatkan gangguan dan terkadang di akhir waktu menulis, ternyata Anda tidak mendapat hasil apa-apa. Luangkan waktu 15-20 menit untuk mengosongkan pikiran hingga menemukan kata-kata untuk menulis.

Langkah 6:
Jika sehari-hari kegiatan Anda sangat padat, maka cobalah untuk mencuri waktu untuk menulis. Bawa laptop atau notebook dan pena kemana pun Anda pergi. Misalnya, Saat sedang duduk di ruang tunggu dokter, atau di dalam mobil saat menunggu anak Anda sekolah. Hal tersebut berguna mengisi waktu Anda untuk menulis atau sekadar menuangkan ide yang terlintas. Atau bahkan bisa sampai menambahkan satu paragraf dalam artikel atau tugas studi Anda.

Langkah 7:
Uraikan tulisan menjadi bagian-bagian kecil. Daripada berpikir menulis satu buku, lebih baik memecahkan tulisan tersebut menjadi beberapa bab atau bagian. Buatlah garis besar tulisan Anda di awal dan fokus menulis di setiap bagian lainnya sebelum menempatkan semua bagian tersebut menjadi satu.

Langkah 8:
Kerjakan lebih dari satu pekerjaan pada satu waktu untuk menghindari “writer’s block”. Setelah Anda mendapatkan diri mencapai titik jenuh pada satu pekerjaan, atau jika ide kreatif Anda sedang buntu, mulailah pekerjaan yang lain. Kemudian ketika Anda kembali ke pekerjaan sebelumnya, maka mata Anda akan terasa lebih segar. 
***

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Minggu, 26 Februari 2012

INTERNET memang memudahkan kita mencari informasi tentang beasiswa. Tetapi, tiap tahun, banyak siswa terjebak dan tertipu program beasiswa palsu.

Nah, agar tidak menjadi korban program beasiswa palsu, simak dahulu tanda-tandanya berikut ini.

1. Tidak ada nomor telepon

Ciri-ciri khusus yang umum ditemui dalam informasi beasiswa palsu adalah tidak adanya nomor telepon. Meski mencantumkan alamat email, pembuat program beasiswa palsu sangat jarang mencantumkan nomor telepon karena mudah dilacak.

2. Tidak ada bukti penerima beasiswa sebelumnya


Jika tidak ada catatan tentang siapa saja yang pernah menerima beasiswa, program 'beasiswa' yang sedang kamu lihat bisa jadi sebuah penipuan.

Tetapi, ini tidak selalu menjadi penanda utama. Program beasiswa baru, jelaslah tidak memiliki pemenang beasiswa sebelumnya.

Meski begitu, jangan langsung mengabaikan informasi beasiswa hanya berdasarkan satu ciri ini. Tetapi jika kamu melihat tanda-tanda lainnya, maka kamu harus waspada.

3. Biaya pendaftaran


Beberapa penipuan beasiswa menangguk untung dengan menarik 'biaya pendaftaran'. Jangan pernah mendaftar untuk program beasiswa yang mengharuskanmu membayar ketika mengajukan lamaran.

Para penipu ini mungkin meyakinkanmu bahwa mereka menarik biaya untuk mengetahui siapa saja pelamar yang serius. Jangan sekali pun mempercayai mereka, dan jauhi program beasiswa yang mengharuskan kita mengeluarkan uang untuk mendapatkannya.

4. Pemberitahuan via telepon


Penyelenggara beasiswa biasa memberi tahu para pemenangnya melalui surat resmi. Jika kamu menerima telepon yang memberi tahumu bahwa kamu 'memenangi' beasiswa, berhati-hatilah!

Tanyakan, siapa nama si penelepon dan mintalah nomor teleponnya, serta katakan bahwa kamu akan balik meneleponnya. Kemudian, kunjungi website resmi beasiswa yang dimaksud dan hubungi penyelenggaranya. Tanyakan kepada penyelenggara beasiswa tersebut apakah nama dan nomor telepon yang baru saja meneleponmu adalah perwakilan mereka. Jika identitas si penelepon memang valid, maka telepon kembali dia.

Metode ini memungkinkanmu menggagalkan para penipu untuk mendapatkan data pribadimu.

5. Dukungan luar biasa dari pihak tertentu

Waspadai klaim dukungan palsu dari pihak tertentu pada suatu program beasiswa. Jika penyelenggara sebuah program beasiswa mengklaim dukungan dari biro, universitas, atau perusahaan tertentu, cek kembali informasi tersebut.

Teleponlah lembaga yang dimaksud dan tanyakan apakah mereka memang memberi dukungan dalam program beasiswa tersebut. Jika penyelenggara beasiswa mengklaim dukungan dari pemerintah, maka kamu harus lebih waspada.

6. Ancaman
Jika penyelenggara beasiswa menjadi marah atau kasar ketika kamu bertanya berbagai hal, maka kamu harus curiga bahwa yang mereka tawarkan adalah beasiswa palsu.

7. "Kami melayani pelamar pertama"

Untuk menggugah orang melamar secepatnya tanpa berpikir panjang, maka beberapa penipuan beasiswa menyatakan bahwa beasiswa akan diberikan atas dasar giliran. Beberapa beasiswa resmi memang memberikan penilaian tertentu kepada para pelamar pertama. Ambil waktu untuk menyelidiki semua informasi yang kamu perlukan sebelum melamar beasiswa.

8. Dijamin dapat!

Garansi seperti ini umum ditemukan ketika kita mencari informasi beasiswa, terutama jika program beasiswa tersebut mengharuskanmu membayar terlebih dahulu.

9. Perusahaan baru

Program beasiswa biasanya sudah berlangsung lama dan merupakan agenda rutin. Jika perusahaan yang menawarkan beasiswa adalah perusahaan baru, informasi itu sangat mungkin merupakan penipuan.

10. Meminta informasi keuangan pribadi

Beberapa penipuan beasiswa berusaha mendapatkan informasi keuangan pribadi dari si pelamar. Jika mereka mendapat informasi khusus darimu seperti nama, tempat tanggal lahir, nomor rekening, dan nomor kartu kreditmu, maka mereka telah melakukan pencurian identitas. Ketika suatu saat kamu menerima telepon yang meminta identitas pribadimu, langsung tutup teleponmu! 
***
sumber: okezone.com

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Jumat, 24 Februari 2012

Pertamina Foundation menyambut baik langkah pemerintah dalam mendukung program Sekolah Sobat Bumi (SSB) untuk mengurangi emisi dan menjaga lingkungan di Indonesia.

Hal ini disampailkan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono yang ditemui usai acara penandatanganan kerja sama antara Satuan Tugas Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation plus (Satgas REDD+) dengan Pertamina Foundation di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu (8/2/2012).

"Kami menyambut baik langkah pemerintah dalam mendukung program SSB ini yang tersebar di delapan provinsi yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Riau, Lampung dan Kalimantan Timur," ujar Nina.

Nina mengatakan, keberadaan Satgas REDD+ akan membantu koordinasi antara pihak sekolah dengan pejabat dan instansi terkait. Koordinasi ini misalnya dilakukan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Lingkungan Hidup, dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Program Pendidikan Pertamina Foundation Ahmad Rizali mengatakan dukungan Satgas REDD+ merupakan bukti komitmen pemerintah terhadap isu-isu lingkungan. Sebab, program SSB memfokuskan pada empat proyek lingkungan hidup yakni energi terbarukan, tabung pohon, pengolahan limbah, dan transportasi hijau.

Kerja sama ini akan berjalan selama tiga tahun. Diharapkan, dalam kurun waktu tersebut akan muncul 170 sekolah hijau dari hasil binaan 17 SSB Champion.

"Sekolah-sekolah tersebut nantinya dapat dijadikan model dan berpeluang mendapatkan penghargaan adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup seperti diraih 17 SSB Champion," pungkasnya.

***
sumber: okezone.com

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Rabu, 22 Februari 2012

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan apresiasi bagi kawula muda berprestasi. Apresiasi tersebut diberikan dalam beasiswa unggulan untuk jenjang S-1 hingga S-3.

Beasiswa yang ditawarkan meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, serta bantuan operasional lainnya, tergantung kompetensi dari masing-masing individu. Pemberian beasiswa ini akan diserahkan langsung kepada mahasiswa bersangkutan hingga mereka menyelesaikan pendidikan tersebut.

Program ini hanya diberikan dalam jangka waktu satu tahun dan tergantung dari kuota masing-masing fakultas. Para peserta harus mengikuti seleksi mandiri nasional untuk lolos sebagai salah satu penerima beasiswa.

Pada 2012, Kemendikbud menyediakan 1.000 tempat untuk beasiswa unggulan. Berminat? Segera lakukan pendaftaran secara manual dan online di http://beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id. 

Bila lulus seleksi, penerima program beasiswa diminta untuk menandatangani kontrak bermaterai dan diberitahu berapa nominal yang diberikan oleh Beasiswa Unggulan sehingga lebih transparan. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 Januari 2012 dan akan berakhir pada 31 Desember 2012.
***
sumber: okezone.com

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Senin, 20 Februari 2012

Beruntunglah menjadi guru. Punya orang tua guru, pasangan hidup kita guru, orang tua yang anaknya jadi guru, orang yang teman-temannya guru, mereka memang beruntung. Siapa yang membekali murid untuk bekal hidup mereka di masa depan? Berapa banyak murid-murid yang telah dididik? Jika ukurannya kebermanfaatan untuk sesama, guru adalah orang paling beruntung.

Mulialah guru karena mereka punya peluang untuk menginspirasi siswa agar hidup mereka jauh lebih baik dari gurunya sendiri. Berbahagia lah guru jika kelak murid-murid mereka menjadi orang yang hidupnya sukses nan bermanfaat bagi sesama. Itulah dahsyatnya menjadi guru.

Rugilah orang yang menyepelekan guru. Masyarakat, bangsa, negara yang menyia-nyiakan bahkan mendzalimi guru, sungguh mereka akan mengalami kerugian yang teramat besar. Masa depan suatu bangsa sedang dipertaruhkan. Jangan anggap sepele hal ini.

Hari ini, mari tanyakan pada anak muda Indonesia, siapa di antara mereka yang ingin menjadi guru? Saya teringat dengan paparan Prof. Cheng (The Hong Kong Institute of Education) di event The 2nd East Asian International Conference on Teacher Education Research, Desember 2010 silam. Ada 4 prinsip holistik & berjangka panjang dalam konteks pengembangan dan pendidikan profesi guru, yaitu attracting teacher, developing teacher, empowering teacher, dan retaining teacher.

Prinsip pertama, attracting teacher. Pemerintah di suatu negara harus mampu memberikan kepastian hukum & penghidupan yang layak bagi guru. Status guru tak sebatas diperjuangkan secara de jure. Secara de facto, kehidupan guru memang harus dijamin agar fokus dalam berkarya. Jika syarat ini dipenuhi, maka setiap orang akan memandang profesi guru sebagai sesuatu yang prospektif. Tugas pemerintah selanjutnya, memastikan seleksi yang super ketat agar tidak sembarangan orang bisa menjadi guru.

Prinsip kedua, developing teacher. Lembaga Pendidik & Tenaga Kependidikan (LPTK) musti dikuatkan fungsi kelembagaannya. Kehidupan kampus di universitas keguruan dikondisikan agar mampu membina dan mendidik para calon guru agar benar-benar siap menjadi guru. Konsep pengembangan profesional guru mesti didefinisikan secara operasional.

Berkembangnya kompetensi guru mesti sejalan dengan masa pengabdian mereka, fokus utama dari prinsip ini. Harus ada program pengembangan profesional yang memfasilitasi guru agar mereka tidak pernah berhenti belajar. Bentuk aktivitasnya sangat beragam, dari mulai mengikuti training guru secara berkala, adanya supervisi pembelajaran, sampai keharusan untuk melakukan penelitian tindakan kelas.

Empowering teacher, prinsip ini mensyaratkan adanya upaya untuk memastikan bahwa kinerja guru selalu dapat diukur efektivitasnya. Guru mesti dibantu agar mereka selalu dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jika pun ada kendala, kepala sekolah dengan sistem pengembangan profesionalnya selalu setia menemani guru untuk menyelesaikan masalah yang kerap mereka hadapi. Tiada hari tanpa proses pemberdayaan guru.

Rencana karir seorang guru harus dinyatakan secara tegas & tidak multitafsir, aspek penting dalam prinsip retaining teacher. Jika aturan sudah ditetapkan bahwa syarat seorang guru menjadi kepala sekolah, misalnya, perlu waktu mengabdi 10 tahun dengan kualifikasi tertentu. Tapi, ada yang baru setahun sudah bisa menjadi kepala sekolah, apalagi tanpa fit & proper test, ini namanya kecelakaan.

Komitmen dan konsistensi dalam menegakkan aturan main bisa membuat guru termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Jika tidak, guru akan mengalami demotivasi. Situasi kompetisi tidak akan pernah berlangsung fair. Bahayanya, wrong man on the wrong place jadi sebuah keniscayaan. Guru paham apa yang harus dilakukan jika mereka ingin menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, atau jabatan struktural lainnya yang mempersyaratkan kompetensi guru yang mesti plus.

Jadi, lupakan impian untuk meraih prestasi atau jabatan tertentu jika masih banyak membual daripada berkarya nyata. Jika profesi guru ingin naik kelas, coba praktikkan keempat prinsip tersebut sesuai dengan konteks Indonesia.

Hong Kong bukan Indonesia, begitu pun sebaliknya. Hong Kong secara serius menetapkan kebijakan strategis dan mengembangkan sistem pendidikan guru secara sistematis dan berkelanjutan. Wajar kalau pendidikan mereka selangkah lebih maju dari kita. Indonesia tak usah pesimis karena citra profesi guru kita pernah mengalami masa-masa kejayaan di masa lalu.

Sayangnya itu dulu, catatan sejarah yang mesti dapat dimaknai hikmahnya. Sekarang, apa yang mesti diperbuat? Pemerintah harus mulai tergugah kesadarannya untuk mulai berbenah. Konsep sistem pendidikan guru kita mungkin tak kalah hebat dari negara lain. Persoalannya, apakah konsep tersebut konsisten diterapkan di tataran praktis pendidikan? Jangan-jangan teorinya bagus, praktiknya amburadul. Kondisi yang memilukan sekaligus memalukan.

Kapan pun dan dimana pun mereka berada, guru tetaplah guru, orang yang beruntung dan mulia. Jika hari ini, saya & Anda tetap memilih jalan hidup menjadi guru, meski jaminan hidup dan kepastian hukum dari pemerintah masih menjadi sebuah utopia, mungkin ini bisa masuk kategori keajaiban baru di dunia.

Menjadi guru di Jepang sangat sulit karena memang penghargaan pemerintah kepada guru sangat eksklusif. Ada keseimbangan sempurna antara tuntutan hak dan pemenuhan kewajiban. Guru di Jepang harus tegas memilih, jadi guru atau tidak sama sekali. Tak ada pilihan lainnya. Di Indonesia, kita selalu dibuat ragu untuk menentukan pilihan, jadi guru karena pilihan hidup, jadi guru mumpung sudah lahir UU No. 14 Tahun 2005, jadi guru karena ada peluang untuk bisa menjadi pegawai negeri sipil, atau jadi guru karena tidak ada pilihan lainnya. Sungguh ironi.

Beruntunglah guru-guru yang ada di Indonesia. Mereka sangat sadar bahwa pilihan hidupnya menjadi guru penuh resiko. Meskipun demikian, semoga semangat perjuangan mereka tidak akan pernah luntur untuk mengabdikan hidupnya bagi kelangsungan pendidikan Indonesia. Mengapa bisa demikian? Karena mereka paham bahwa ada yang harus diselamatkan untuk kepentingan masa depan bangsa, yaitu murid-murid mereka, para calon pemimpin bangsa.

Menjadi guru, untuk apa? Kita berharap guru-guru di Indonesia serempak menjawab, ‘Investasi untuk Indonesia’. Siapakah mereka yang paham arti ‘Investasi untuk Indonesia’? Semoga saya, Anda, & mereka yang saat ini menjadi guru di seantero penjuru nusantara.
***
Penulis: Asep Sapa'at (Teacher Trainer di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa)
Sumber: republika.co.id

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Sabtu, 18 Februari 2012

Ingin nilai ujian sekolah Anda lebih tinggi? Disamping belajar, mengunyah permen karet mungkin bisa dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan nilai ujian Anda.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Appetite, menemukan bahwa siswa yang mengunyah permen karet selama lima menit sebelum ujian, memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan temannya yang tidak.

Menurut asisten profesor psikologi di Universitas St Lawrence University Canton, New York, Serge Onyper, permen karet dapat meningkatkan kinerja otak. Dilaporkan dalam laman berita Health Day News, mengunyah dapat meningkatkan 'gairah' agar otak bisa bekerja lebih baik selama 20 menit.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa semua jenis aktivitas fisik meningkatkan kinerja otak. Studi ini semakin memantapkan bahwa aktivitas ringan seperti mengunyah juga bisa meningkatkan kinerja otak.

Namun, jangan mencoba untuk selalu mengunyah permen karet sepanjang tes. Penelitian ini hanya merekomendasikan mengunyah permen karet selama lima menit sebelum ujian dimualai saja. Mengunyah dan berfikir merupakan dua aktivitas yang cukup berlawanan, sehingga melakukan aktivitas ini bersama tidak disarankan dalam penelitian ini.
***
sumber: republika.co.id


Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Kamis, 16 Februari 2012

Kebiasaan menulis di situs pribadi seperti blog ternyata berdampak positif bagi perkembangan mental remaja. Dalam studi terbaru terbukti remaja yang punya masalah dalam pergaulannya cenderung lebih tenang dan percaya diri setelah mereka menyampaikan unek-uneknya di blog.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 161 siswa sekolah menengah atas di Israel, yang terdiri dari 124 remaja putri dan 37 remaja laki-laki berusia 15 tahun. Pada umumnya remaja tersebut punya masalah dalam pergaulannya alias kuper.

Para remaja itu dibagi dalam enam kelompok. Empat kelompok ditugaskan untuk mulai menulis di blog, satu kelompok menulis dalam buku harian pribadi mengenai masalah sosialisasi, dan kelompok terakhir tidak melakukan apa pun.

Pada dua kelompok yang diminta ngeblog, mereka fokus menulis tentang persoalan pergaulan dan salah satu kelompok membebaskan pembaca blognya untuk berkomentar. Dua kelompok yang juga melakukan aktivitas ngeblog lainnya diperbolehkan menulis tentang berbagai topik, dan salah satu kelompok tersebut juga terbuka untuk komentar pembaca.

Selama 10 minggu para remaja itu melakukan kebiasaan barunya. Para peneliti kemudian menganalisa kepercayaan diri para remaja itu, termasuk aktivitas sosial dan kebiasaannya sebelum, saat periode penelitian, dan dua bulan pasca durasi penelitian.

Remaja yang berasal dari kelompok menulis blog menunjukkan peningkatan pesat dalam kepercayaan diri. Aspek psikologis lainnya seperti kecemasan dan tekanan emosional juga berkurang.

Peningkatan paling signifikan tampak pada remaja yang diminta "curhat" mengenai masalah pergaulan dan blognya terbuka untuk dikomentari.

"Penelitian menunjukkan menulis buku harian pribadi serta bentuk penulisan ekspresif lainnya adalah cara yang baik untuk melepaskan tekanan emosional. Remaja saat ini sangat dengan dunia online sehingga blog bisa menjadi media ekspresi dan komunikasi dengan sebayanya," kata ketua peneliti Meyran Boniel-Nissim.

Ditambahkan olehnya, meski gangguan di dunia online atau cyberbullying kini semakin luas, namun pada umumnya komentar-komentar yang masuk dalam blog para remaja itu bernada positif dan memberi dukungan.
***

Ingin dapat 'kejutan' Uang Tunai ?

Labels

Alumni (21) Amerika Serikat (1) Angkatan 1995 (1) Anti Korupsi (1) Arab Saudi (1) Arema Malang (1) Artikel (8) ASEAN (1) ay kusnadi (1) Ayusta (1) Bahasa (2) Balitjestro 2008 (1) Bandung (1) Bank Mandiri (1) Bantuan Operasional Sekolah (1) barongan (1) Basketball (1) bca (1) Beasiswa (19) Berita (3) berita duka (1) BHMN (1) Bimbel (1) Biodiversity (1) Bisnis (1) bisnis online (1) Blog (5) bondan winarno (1) BOS (3) Buku (1) Buku Paket (1) Bulan Bahasa (1) Bullying (1) Bursa Kerja (1) Candi Kidal (1) Class Meeting (1) Dee (1) dollar gratis (1) Dumpul (1) dunia maya (1) Ekstrakurikuler (5) Facebook (2) Fair Play (1) Fisika (1) Friendster (1) Futsal (1) gado gado (1) Global Warming (1) Google (1) Gunung Tabor (1) Guru (10) Gus Dur (1) HUT ke-30 (1) IKAPALA (1) imam gozali (1) Inggris (1) Inspirasi (1) Internet (1) IPB (1) Iptek (3) Istana Negara (2) ITB (1) Jabodetabek (1) Jambi (1) Jawa Timur (4) Jepang (1) jerman (3) Jeru (1) Jilu (1) Jombang (1) Jusuf Kalla (1) Kabupaten Malang (4) kampus (1) karir.com (1) Kegiatan (1) Kelas A4 (1) Kelas XII (1) Kemendikbud (3) Kemendiknas (1) Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (1) Kepala Sekolah (1) Kesehatan (3) KH. Abdurrahman Wahid (1) Kiat Jitu (1) Komik (1) Komunitas (1) kosmetika (1) Kota Batu (1) Kota Malang (5) Kuliah (1) kuliner (1) kusti (2) launching (1) Lingkungan (1) LIPI (1) Lowongan (1) Lulusan 2008 (1) M. Nuh (1) Mahasiswa (2) Mahasiswa Baru (2) Mahkamah Konstitusi (1) maknyus (1) Malang (3) Malang Raya (1) Malangsuko (1) Malaysia (1) Matematika (1) Mendiknas (1) Mendit (1) Menkominfo (1) Menulis (2) Menulis Ilmiah (1) Minat Baca (1) Motto Kelas (1) nDangdut (1) Nostalgia (2) Otonomi Daerah (1) Pahlawan Nasional (1) pak temun (1) Pancasila (1) panggung terbuka (1) Pelajar (1) Pelajaran (1) Pemerintah (1) Pendidikan (11) Pendidikan Nasional (6) Penelitian Ilmiah Remaja (2) Perbankan (1) Perguruan Tinggi (3) Perguruan Tinggi Swasta (2) Permen Karet (1) Pertamina (2) Pilkada (1) PMP (1) PMR (1) Pornografi (1) pramuka (2) Precet (1) Profil (2) PTN (3) PTS (1) Redaksi (1) remaja (2) reuni (5) Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (3) Riset (1) RSBI (4) Rujak Cingur (1) S-1 (1) S1 (1) S2 (1) S3 (1) Sains (1) Sarjana (1) SBI (1) SD (5) Sejarah (3) Sekolah Hijau (1) Sepakbola (2) sepeda (1) Situs (1) SMA (17) SMA Kebon Tebu (1) SMAN 1 Malang (1) sman tumpang (3) SMANETA (10) Smansa (1) SMK (1) SMKN Turen (1) SMP (4) SNMPTN (2) SNMPTN Online (1) soeharto (1) STT Telkom (1) sugeng hadiono (1) Sukoanyar (1) Surabaya (1) Tahun 2013 (1) Tahun Baru (1) Taiwan (1) Tawuran (1) teknologi (3) Tes Online (1) Tips (5) Tomik HS (1) Trik (1) Try Out Online (1) Tulus Ayu (1) Tumpang (2) UAN (2) UASBN (1) UGM (2) UI (1) Ujian (2) Ujian Akhir Nasional (1) Ujian Nasional (5) Ujian Nasional 2010 (1) Ujian Nasional 2011 (1) Ujian Nasional 2012 (1) UM (1) UMB (1) UN (7) UN 2010 (5) UN 2012 (1) Universitas (1) Universitas Brawijaya (1) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (1) Universitas Paramadina (1) UNS Solo (1) Virus (1) wafat (1) Wakil Gubernur (1) website (2) Wendit Water park (1) Wisata (2) wisnuwardhana-narasinghamurti (1) www.smantumpang.com (1)
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!