Tampilkan postingan dengan label sman tumpang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sman tumpang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2009


Mungkin, bagi sebagaian orang yang membuat blog hanya sekedar sarana “pelampiasan” uneg-uneg, tak pernah terpikirkan bahwa blog juga bisa dijadikan barang “jualan” yang menggiurkan. Maksudnya, sebuah blog yang mempunyai unsur lengkap – dalam kaidah sebuah blog/web yang baik – akan mempunyai nilai jual tinggi, jika ada yang menginginkan blog/nama blog/domain (termasuk content) blog tersebut.

Saat ini, ada beberapa web – diantaranya: websiteoutlook.com, dnscoop.com, URLrate.com – yang menyediakan layanan khusus untuk menaksir harga sebuah blog ataupun nama domain. Bahkan, diantara web tersebut, ada yang menyediakan jasa menjualkan blog atau domain kita, jika memang ingin dijual.

Nah.., sebagai contoh, untuk mengetahui berapa taksiran harga blog smantumpang (siapa tau ada yang mo beli?) – yang beralamat di www.smantumpang.blogspot.com – dengan segala kesederhanaannya, ternyata sungguh mengejutkan. Di situs www.websiteoutlook.com, blog smantumpang mempunyai (taksiran) harga US$ 1,744.7 atau setara dengan Rp. 17.447.000,- jika memakai kurs US$ 1 = Rp. 10.000,-

Harga ini, tentu bukan asal-asalan, karena ada beberapa indikator yang dijadikan dasar taksiran, seperti Umur blog, PageRank, Inbound Links dan juga Trafic Rank (Alexa). Di blog smantumpang nilai indikatornya cukup tinggi. Untuk PageRank, blog ini sempat mencapai angka 3, umur blog pun sudah 3 tahun lebih. Sedang untuk Traffic Rank, berada di kisaran angka 4.036.148 (memakai standar Alexa), plus 29 backlinks.

Sedang website smantumpang lainnya -- www.sma1-tumpang.com – di URLrate.com hanya ditaksir dengan harga US$ 418 (setara dengan Rp. 4.180.000), karena belum mempunyai PageRank (0) dan Alexa Rank (no data). Tetapi, di usianya yang baru 10 bulan web smaneta ini sudah mempunyai Inbound Links 38. Sebagai perbandingan, contoh lainnya adalah blog www.sugeng-pribadi.blogspot.com, yang mempunyai taksiran harga US$ 2,479 (setara Rp. 24.790.000,-) ; karena ber PageRank 2 dan usia blog 2 ,5 tahun, dengan Alexa Rank yang masuk kisaran 2.000.000.

Cuma, adakah yang mau “menawar” blog-blog tersebut? Walau, menurutku, untuk sebuah blog/web yang membawa nama sebuah institusi (sekolah), tentulah tidak bisa “dijual” begitu saja (dengan harga berapapun), karena selain membawa nama baik institusi, tidak menutup kemungkinan pihak pembeli akan menyalahgunakan. Lain masalahnya kalau blog-ku yang ditawar, jangankan 24,7 juta, ada yang mau bayar 5 juta pun aku kasihkan, toh aku bisa bikin blog lagi, hehehe… (apa susahnya sih?).


Sabtu, 17 Januari 2009


Ketika muncul tuntutan agar anggota milist smantumpang (kalo kamu mau gabung, kirim e-mail tanpa subject ke: smantumpang-subscribe@yahoogroups.com) – yang kini jumlahnya hampir mencapai ratusan orang itu – tidak hanya sekedar asyik baca email, tetapi juga harus aktif menulis (cerita) apa saja sekitar pengalaman selama menjadi siswa di SMA Negeri 1 Tumpang (bagi yang alumni), permasalahan klasik muncul: “Aku gak iso molai nulise, lek cerito pengalaman se akeh. Mangkane ajarono nulis donk, Mas…” Nah lho!

Aku jadi ingat, sekitar awal tahun 1989 aku pernah menjadi (salah satu) pembicara/tutor Latihan Jurnalistik Tingkat Dasar untuk adik-adik pengelola Majalah Widya Wiyata (Wita) dan beberapa pengurus OSIS di SMAN 1 Tumpang. Waktu itu aku sempat membuat diktat sebagai panduan (lengkap, mulai menulis opini, features, berita/news, sampai teknik wawancara & tata letak/lay out). Tujuannya, supaya adik-adik SMAN Tumpang ndak "ketinggalan" kalau ngomong masalah jurnalistik dan permasalahan majalah sekolah dengan SMA di kota atau daerah lain. Tapi, ya itu tadi, ternyata ilmu itu hanya bisa diterapkan dalam satu tahun kepengurusan. Ketika ganti pengelola, sama sekali tidak berjalan.

Nah.., menjawab pertanyaan teman-teman – agar diajari rahasia membuat sebuah tulisan – ya prinsipnya secara umum menulis itu sebenarnya gampang koq (bagi yang biasa, hehehe..). Atau, agar tidak bertele-tele, ini ada TIPS ala kadarnya yang paling gampang diterapkan untuk memulai belajar menulis, yaitu:

Tahap Pertama (untuk latihan) : Apa yang ada di pikiran kita, coba dieksploitasi semua (dan diimplementasikan) dalam bentuk tulisan. Biarkan mengalir begitu saja, gak usah dipikirkan, Ini baik apa enggak ya? Yang penting ditulis. Persis sama kalau kita ngomong atau nggedabyah, apa nulis surat cinta gitu... (tapi, yang ini melalui tuts keyboard bukan melalui mulut).

Tahap Kedua : Coba dibaca lagi apa yang sudah kita tulis tadi, ada yang janggal enggak? Ada yang bertele-tele enggak? Ada kata-kata yang terlalu baku enggak? Ada yang kurang lucu enggak? (untuk yang nulis lucu-lucuan), Atau, ada yang kurang jelas enggak? Nah.., ditahap ini barulah kita koreksi, mana yang perlu dirubah, mana yang perlu ditambah atau dibuang. Persis kayak ngoreksi karangan. Jaman masih memakai mesin ketik dulu, untuk tulisan pertama mesti harus menggunakan 2 spasi, agar ada ruang kosong buat nyoret dan koreksi. Kalau sekarang sih ndak perlu lagi, di komputer tinggal di-delete, beresss !

Tahap Ketiga : Baca lagi! Udah pantas belum? Tapi, menurutku, pantas gak pantas memang harus di publish dulu. Biarkan teman-teman yang menilai. Makin sering kirim tulisan, makin terlatih otak kita memilih kata-kata yang enak dan pas (termasuk juga penempatan tanda baca lho!).

Tahap Keempat : Biasakan membaca tulisan di majalah, koran atau tulisan teman sendiri. Perhatikan karakter tulisan tersebut (jelas beda lho, mana tulisan berita/news, features, fiksi, ilmiah, dll). Dari situ kita bisa "belajar" , oooh ternyata gitu to nulis features itu? Oooh kalau tulisan news ternyata harus hemat kata (nggak bertele-tele). Dan seterusnya, dan seterusnya. Lantas : Coba nulis sendiri dulu deh....

Tahap kelima : Segera menulis sendiri. Jangan keenakan baca tulisan ini (emang nggak capek sambil kerja disuruh ngetik tulisan ginian? Emang gue cowok apaan? Hehehe...). Ciao !


*** Tulisan ini pernah dimuat di milist smantumpang, dengan perubahan seperlunya.


Rabu, 04 Juli 2007

Kesempatan langka, bertemu langsung Bapak Kepala Sekolah
***

“Pihak sekolah tentu menyambut dengan senang hati dan mendukung,
jika benar para alumni masih mempunyai kepedulian pada perkembangan sekolah.
Mudah-mudahan ini bisa dilakukan oleh alumni di daerah lainnya.
Terus terang saya baru tau kalau alumni yang ada di
Jakarta lebih dari 150 orang.”

Ya.., itulah kalimat yang terekam dengan baik di kepala kami, yang diucapkan oleh Bapak Drs. Sugeng Hadiono, M.Pd. -- Kepala sekolah SMA Negeri 1 Tumpang -- saat kami (pengelola website & blog alumni SMAN Tumpang, red.) menyempatkan diri sowan pada almamater tercinta. Kami tak menangkap kesan formalitas dan basa-basi dari apa yang diucapkan Pak Kepsek (yang didampingin Pak Imam Gozali, WKS Urusan Kesiswaan), sebab yang kami perbincangkan adalah “laporan” perkembangan alumni secara umum (terutama yang aktif di dunia maya), maupun terbentuknya komunitas alumni SMAN Tumpang yang ada di ibukota Jakarta sendiri.

Perbincangan sekitar 15 menit, memang terasa tak cukup untuk melaporkan segala perkembangan yang ada pada alumni dalam skala tertentu. Tetapi, bahwa kami berupaya untuk tetap ada “ikatan” dengan almamater -- entah dengan pihak sekolah, maupun dengan adik-adik di OSIS -- itu tentu harus dinyatakan dengan bentuk konkrit, tanpa harus “berlindung” pada alasan kesibukan keseharian yang tidak lagi menyisakan waktu untuk hal semacam ini.

Tak terasa, perbincangan itu ternyata telah berlalu hampir 3 bulan. Tak ada niatan kami untuk mengabaikan semua hasil “kunjungan” tempo hari. Tetapi -- tanpa bermaksud mencari alasan (lagi) -- ibarat pepatah : tentulah tak akan mungkin sebuah bukit bisa dipindahkan hanya dengan kekuatan satu dua orang saja. Tak akan mungkin seekor induk gajah diangkat oleh seorang pengasuhnya semata. Dan ibarat “bukit” dan “gajah” tersebut, mana mungkin mensinergikan "sekolah-siswa–alumni" dalam sebuah kekuatan yang berdayaguna, jika hanya dilakukan oleh sekelompok alumni semata & (celakanya) justeru disaksikan oleh sekelompok alumni lainnya ?

Ah.., mungkin “mimpi” untuk membuat SMA Negeri 1 Tumpang lebih bisa dikenal dengan segala aktivitas dan prestasi oleh masyarakat luas, masih harus berkepanjangan. Tetapi, apakah hiya diantara kita (ribuan alumni) yang sudah di-entas-kan oleh almamater Jl. Kamboja 10 Malangsuko, tidak ada yang ingin BANGUN dan menyingsingkan lengan untuk kebaikan seluruh komponen yang ada di sekolah yang pernah kita banggakan ini ?

Labels

Alumni (21) Amerika Serikat (1) Angkatan 1995 (1) Anti Korupsi (1) Arab Saudi (1) Arema Malang (1) Artikel (8) ASEAN (1) ay kusnadi (1) Ayusta (1) Bahasa (2) Balitjestro 2008 (1) Bandung (1) Bank Mandiri (1) Bantuan Operasional Sekolah (1) barongan (1) Basketball (1) bca (1) Beasiswa (19) Berita (3) berita duka (1) BHMN (1) Bimbel (1) Biodiversity (1) Bisnis (1) bisnis online (1) Blog (5) bondan winarno (1) BOS (3) Buku (1) Buku Paket (1) Bulan Bahasa (1) Bullying (1) Bursa Kerja (1) Candi Kidal (1) Class Meeting (1) Dee (1) dollar gratis (1) Dumpul (1) dunia maya (1) Ekstrakurikuler (5) Facebook (2) Fair Play (1) Fisika (1) Friendster (1) Futsal (1) gado gado (1) Global Warming (1) Google (1) Gunung Tabor (1) Guru (10) Gus Dur (1) HUT ke-30 (1) IKAPALA (1) imam gozali (1) Inggris (1) Inspirasi (1) Internet (1) IPB (1) Iptek (3) Istana Negara (2) ITB (1) Jabodetabek (1) Jambi (1) Jawa Timur (4) Jepang (1) jerman (3) Jeru (1) Jilu (1) Jombang (1) Jusuf Kalla (1) Kabupaten Malang (4) kampus (1) karir.com (1) Kegiatan (1) Kelas A4 (1) Kelas XII (1) Kemendikbud (3) Kemendiknas (1) Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (1) Kepala Sekolah (1) Kesehatan (3) KH. Abdurrahman Wahid (1) Kiat Jitu (1) Komik (1) Komunitas (1) kosmetika (1) Kota Batu (1) Kota Malang (5) Kuliah (1) kuliner (1) kusti (2) launching (1) Lingkungan (1) LIPI (1) Lowongan (1) Lulusan 2008 (1) M. Nuh (1) Mahasiswa (2) Mahasiswa Baru (2) Mahkamah Konstitusi (1) maknyus (1) Malang (3) Malang Raya (1) Malangsuko (1) Malaysia (1) Matematika (1) Mendiknas (1) Mendit (1) Menkominfo (1) Menulis (2) Menulis Ilmiah (1) Minat Baca (1) Motto Kelas (1) nDangdut (1) Nostalgia (2) Otonomi Daerah (1) Pahlawan Nasional (1) pak temun (1) Pancasila (1) panggung terbuka (1) Pelajar (1) Pelajaran (1) Pemerintah (1) Pendidikan (11) Pendidikan Nasional (6) Penelitian Ilmiah Remaja (2) Perbankan (1) Perguruan Tinggi (3) Perguruan Tinggi Swasta (2) Permen Karet (1) Pertamina (2) Pilkada (1) PMP (1) PMR (1) Pornografi (1) pramuka (2) Precet (1) Profil (2) PTN (3) PTS (1) Redaksi (1) remaja (2) reuni (5) Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (3) Riset (1) RSBI (4) Rujak Cingur (1) S-1 (1) S1 (1) S2 (1) S3 (1) Sains (1) Sarjana (1) SBI (1) SD (5) Sejarah (3) Sekolah Hijau (1) Sepakbola (2) sepeda (1) Situs (1) SMA (17) SMA Kebon Tebu (1) SMAN 1 Malang (1) sman tumpang (3) SMANETA (10) Smansa (1) SMK (1) SMKN Turen (1) SMP (4) SNMPTN (2) SNMPTN Online (1) soeharto (1) STT Telkom (1) sugeng hadiono (1) Sukoanyar (1) Surabaya (1) Tahun 2013 (1) Tahun Baru (1) Taiwan (1) Tawuran (1) teknologi (3) Tes Online (1) Tips (5) Tomik HS (1) Trik (1) Try Out Online (1) Tulus Ayu (1) Tumpang (2) UAN (2) UASBN (1) UGM (2) UI (1) Ujian (2) Ujian Akhir Nasional (1) Ujian Nasional (5) Ujian Nasional 2010 (1) Ujian Nasional 2011 (1) Ujian Nasional 2012 (1) UM (1) UMB (1) UN (7) UN 2010 (5) UN 2012 (1) Universitas (1) Universitas Brawijaya (1) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (1) Universitas Paramadina (1) UNS Solo (1) Virus (1) wafat (1) Wakil Gubernur (1) website (2) Wendit Water park (1) Wisata (2) wisnuwardhana-narasinghamurti (1) www.smantumpang.com (1)
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!