Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 April 2010

Pengumuman kelulusan ujian nasional SMA sederajat ditargetkan pada Senin (26/4/2010). Dalam pekan ini, pemerintah akan menyelesaikan pengiriman hasil penilaian UN ke semua sekolah di Tanah Air.

Mungin Eddy Wibowo, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Rabu (21/4/2010), menjelaskan bahwa pengumuman kelulusan memang dijadwalkan pada 26 April 2010. "Tetapi kewenangan mengumumkan kepada siswa tetap diserahkan pada kebijakan masing-masing sekolah," ujar Mungin.

Mungin mengatakan, siswa yang tidak lulus bisa langsung mendaftar ke sekolah untuk ikut UN ulangan. Pelaksanaan UN ulangan sendiri akan dimulai pada 10 Mei 2010 dan merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak lulus untuk tetap bisa mendapatkan ijazah kelulusan sekolah formal.

"Nanti, siswa akan ikut UN ulangan bersama siswa lain. Jadi, siswa dari sekolah berbeda akan bergabung di tempat-tempat yang sudah ditentukan," ungkap Mungin.

Pelaksanaan UN ulangan seperti layaknya UN utama. Pada minggu ini, master copy UN ulangan akan didistribusikan ke daerah-daerah untuk dicetak.

Mungin mengatakan, siswa yang tidak lulus UN bisa mengulang sebagian atau semua mata pelajaran UN yang tidak memenuhi nilai minimal. Adapun kelulusan siswa diambil berdasarkan nilai rata-rata 5,5 untuk semua pelajaran.
***
sumber: edukasi.kompas.com




Sabtu, 03 April 2010

Delapan SMA di Jawa Timur terancam mengulang ujian nasional dan menjalani UN pengganti terkait indikasi kecurangan selama menjalani UN utama.

Lima di antara SMA tersebut bahkan sudah direkomendasikan untuk menjalani UN pengganti. Rekom Pengawas UN dan TPI PTN Jatim itu sudah diajukan kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kalau disetujui, maka seluruh siswa kelas XII di sekolah-sekolah itu harus mengulang UN pada mata pelajaran yang dianggap bermasalah.

Koordinator Pengawas Unas dan TPI Jatim Syafsir Akhlus menyatakan, lima sekolah dilaporkan ke BSNP setelah pihaknya mengonfirmasi akurasi temuan jawaban ilegal. "Pihak BSNP menyatakan akurasi jawaban ilegal itu tinggi sehingga kami turun ke lapangan untuk mengecek sekolah-sekolah yang memakai jawaban ilegal, lalu hasilnya kami laporkan kembali ke pusat," paparnya, Selasa (30/3/2010).

Saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pusat. Selain lima sekolah yang sudah direkomandasikan, Pengawas Unas dan TPI PTN Jatim juga sudah menyiapkan dua nama sekolah lagi yang segera dilaporkan ke BSNP.

"Ada lima sekolah yang sudah dilaporkan dan dua lagi menyusul. Tambah satu lagi, yakni sekolah di Blitar, kalau terbukti," ungkapnya.

Adapun UN pengganti akan digelar pada 5 April 2010. Selama pelaksanaan UN SMA/SMK/MA pekan lalu, tim pengawas menemukan 12 versi jawaban ilegal. Jawaban soal-soal ini mayoritas didistribusikan melalui sarana SMS dari ponsel ke ponsel.

"Dari berbagai versi jawaban, ada beberapa yang tingkat akurasinya tinggi," ungkap dosen ITS itu.
***
sumber: kompas.edukasi.com




Senin, 29 Maret 2010

Masih dua jam menjelang waktu ashar, tapi Masjid Al Hidayah di Jl Laksmana Adi Sucipto, Blimbing, Kota Malang, sudah dijubeli ratusan bocah dan ABG, Kamis (25/3). Mereka itu adalah para siswa madrasah tsanawiyah (SMP) dan ibtidaiyah (SD) Hasyim Ashari, yang berkumpul untuk melakukan istighotsah, sebuah acara yang belakangan ngetren diadakan sekolah-sekolah, khusus menyambut ujian nasional (Unas).

“Saya berniat untuk menenangkan diri, agar tujuan saya berdoa ini bisa berhasil sepenuhnya,” suara lembut Drs H Afandi, sang Kepala Madrasah dari mikrofon masjid, membuyarkan kegaduhan khas siswa sekolah. Para siswa pun segera bersila, terdiam lantas bersiap mengikuti istighotsah.

Istighotsah yang berlangsung cukup lama itu hanya salah satu dari apa yang disebut ‘ikhtiar batin’ oleh Ustad Afandi. Ada banyak lagi cara sekolah membiarkan siswa mereka untuk mendekatkan diri kepada sang khalik.

Salah satunya, berpuasa. Namun, tentu saja bukan siswa yang diwajibkan berpuasa karena mereka tentu bakal sempoyongan saat mengerjakan soal ujian, melainkan orangtua dan wali murid. “Bapak, Ibu, para orangtua murid. Setelah ini kami sarankan untuk berpuasa. Lakukan puasa ini agar anak-anak kita lulus 100 persen dalam Unas. Lakukan mulai besok, sampai tanggal 1 April mendatang,” ujar Afandi kepada para orangtua murid, selepas memimpin istighotsah kemarin.

Berpuasa ini juga bukan satu-satunya. Afandi, kemarin juga meminta kepada para orangtua, untuk membekali anak-anak mereka dengan sebotol air mineral ‘istimewa’, yang harus dibacakan bismillahirrohmanirrohim sebanyak 867 kali.

Mengapa harus sebanyak itu? “Angka itu adalah ijazah (pesan, Red) dari kiai kami sebelumnya,” jawab Afandi.

Bahkan, kata Afandi, satu upaya lain juga sudah dilakukan pihak madrasah beberapa hari sebelum istighotsah ini. Beberapa guru diutus pergi ke Madura, hanya untuk menyerahkan pensil para peserta Unas ke seorang kiai.

Tiap pensil itu mendapat doa khusus dari kiai. Itu belum termasuk usaha lain, seperti kunjungan para guru dan siswa ke beberapa makam kiai di sekitar Malang.

Afandi menyebut, upaya-upaya yang dilakukan pihaknya itu sebagai ikhtiar batin, yang melengkapi ikhtiar dhohir siswa, seperti belajar dan latihan soal. Hal-hal semacam ini, menurutnya, dipercaya bakal membuat siswa lebih tenang saat ujian.

Afandi mengatakan, upaya ini selalu dilakukan pihaknya setiap Unas. Namun, ia sendiri mengakui, belum tentu berhasil. Buktinya, untuk tahun lalu saja, ada 30 persen siswanya yang tak lulus Unas. “Ikhtiar itu kan hanya upaya. Semuanya, tetap tergantung SDM-nya juga,” ujar Afandi.

Salah satu orangtua siswa, Hj Siti Aminah, mengaku akan menurut saja segala ikhtiar yang diminta pihak madrasah, termasuk berpuasa seminggu penuh dan membaca kalimat basmallah sebanyak 867 kali ke air minum siswa. “Kami percaya itu untuk kebaikan anak-anak kami juga. Sebagai seorang ibu, saya tentu was-was dengan hasil Unas anak saya,” ujar Aminah.

Apa yang dilakukan madrasah Hasyim Ashari ini, menurut pemerhati Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr Masykuri Bakri umum dilakukan sebuah madrasah.

Hanya, Masyukuri mengatakan, upaya-upaya ikhtiar semacam itu bisa bertentangan dengan syariat agama, bila diartikan secara berbeda. “Dalam kasus diatas, yang bahaya adalah ketika siswa sudah menganggap pensil itu barang sakti, sehingga bisa membuat mereka menjawab semua soal dengan benar. Itu sama saja syirik,” kata Masykuri.

Namun, selama sekolah menjelaskan pensil tersebut hanyalah wasilah (perantara) doa, Masykuri mengatakan upaya ikhtiar batin bukanlah sebuah hal yang salah.

Sementara psikolog anak dari Universitas Wisnuwardhana Malang, Lies Purnamasari MM MSi, mengatakan upaya ini sebaiknya memang perlu dilakukan sekolah. Dari pendekatan dunia psikologi, menurut Lies hal ini menjadi semacam sugesti, yang bisa melecut mental anak setingkat SD dan SMP. “Anak-anak seumuran mereka, kalau tahu pensil dan air sudah didoakan, biasanya akan tersugesti untuk tenang dan percaya diri,” terang Lies.

Hanya, ada baiknya sekolah berhati-hati memilih jenis sugesti yang dilakukan. “Coba bayangkan, kalau pensil itu hilang. Siswa tentu akan grogi, nggak pede, dan takut saat mengerjakan Unas,” ungkapnya.
***
sumber: surya.co.id




Sabtu, 27 Maret 2010

Dua orang siswi di Kabupaten Malang tak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN). Pasalnya, dua pelajar ini harus mengundurkan diri setelah orang tua mereka memaksa untuk menikah. Kedua siswi ini berasal dari SMU Negeri I Gondanglegi, Kabupaten Malang.

"Di sekolah kami ada dua siswi yang tidak ikut UN, karena dipaksa menikah oleh orang tuanya. Mereka pun mengundurkan diri," kata salah satu guru SMAN 1 Gondanglegi, Puji Hariwati.

Puji mengungkapkan dua siswi itu dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Keduanya menyatakan mundur sejak satu bulan lalu. "Kami sempat memberikan pengertian kepada mereka agar mengikuti UN dan menunda pernikahan. Tapi semua itu tidak membuat kedua orang tua mereka rela memberikan kesempatan kepada anak-anaknya," ungkapnya.

Puji mengatakan UN tahun lalu di sekolahnya juga ada seorang siswi juga memiliki kasus serupa. Mereka mundur karena dipaksa menikah. Menurut Puji kasus seperti ini hampir tiap tahun dialami sejumlah sekolah. Hal itu terjadi karena budaya setempat yang menginginkan anaknya cepat menikah setelah dilamar pria.

"Ini sudah kedua kalinya terjadi di sini. Dulu di tahun 2009 ada satu siswi mundur karena dipaksa menikah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang, Suwandi menuturkan data jumlah siswa yang tidak mengikuti UN belum terekam seluruhnya. Peserta UN di Kabupaten Malang untuk SMA dan sederajat sebanyak 7.571 siswa.

"Data berapa siswa yang tidak ikut ujian belum kami terima secara keseluruhan, Karena masih kita hitung," ujarnya.
***
sumber: surabaya.detik.com




Jumat, 26 Maret 2010

Jika umumnya Matematika selalu menjadi mata pelajaran yang paling "menakutkan" bagi sebagian pelajar sekolah, maka dalam ujian nasional kali ini ternyata Bahasa Indonesia justru lebih ditakuti. Mata pelajaran yang kadang kala dianggap mudah itu justru mampu membuat sebagian siswa SMA kerepotan saat mengerjakannya.

Sejumlah siswa SMA Kanisius mengaku bahwa hingga hari ketiga pelaksanaan UN, soal Bahasa Indonesia menjadi salah soal satu mata pelajaran yang paling sulit. "Yang paling susah itu justru soal Bahasa Indonesia karena soalnya itu rancu dan sering menjebak. Pilihan jawabannya juga mirip-mirip satu sama lain," kata Christopher (18), salah seorang siswa SMA Kanisius, Jakarta, Rabu (24/3/2010).

Senada dengan Christopher, Kennardi (18), salah seorang siswa Kanisius lainnya juga membenarkan hal tersebut. "Ya, soalnya membingungkan. Dibandingkan Matematika hari ini, masih jauh lebih gampang Matematika, deh. Kalau Matematika kan kita jelas bisa tahu pasti mana jawaban yang benar, mana yang salah. Kalau Bahasa Indonesia susah diprediksi mana yang benar karena mirip semua," katanya.

Tak hanya dinilai rancu, soal UN Bahasa Indonesia pun dianggap menyulitkan karena didominasi oleh soal-soal berbentuk wacana dan paragraf. "Terus yang bikin susahnya lagi dan makan banyak waktu sih wacana-wacana dan paragrafnya itu lho yang panjang-panjang. Belum lagi soal-soal puisi dan hikayat yang cuma bisa ditafsirkan tergantung tingkat nalar masing-masing anak," kata Christopher.

Terlepas dari sulitnya soal UN Bahasa Indonesia, para siswa SMA Kanisius mengaku tak menemui kendala yang berarti selama pelaksanaan ujian dari awal hingga hari ini. "Di sini sih semua lancar-lancar aja. Dari hari pertama, kami juga enggak tegang-tegang banget, kok, karena persiapannya kan udah jauh-jauh hari," tandasnya.
***
sumber: edukasi.kompas.com




Jumat, 19 Maret 2010

Pemerintah kian memperketat pengawasan distribusi naskah ujian nasional (UN). Karena itu, pemerintah menjamin tak akan ada kebocoran soal UN.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, Suwanto, pun mengimbau para orang tua siswa (wali murid) untuk tidak mempercayai isu adanya bocoran soal UN. Selain 1.500 polisi yang mengawal distribusi naskah UN sampai ke sekolah-sekolah, mekanisme pengawasan dan penjagaan naskah UNAS semakin ketat. Misalnya master soal sewaktu tiba di kabupaten/kota langsung diamankan.

"Petugasnya juga dikarantina dan diawasi polisi," katanya kepada wartawan, Jumat (19/3) di Surabaya. Saat naskah soal digandakan, lanjut dia, tidak boleh seorang pun masuk ke lokasi percetakan. Petugas yang mencetak naskah juga diperiksa waktu mereka keluar dan masuk ruang percetakan. Dia mengatakan, pejabat yang ingin meninjau atau masuk ke ruang percetakan juga harus diperiksa dulu.

"Dompet, HP, dan alat tulis harus ditanggalkan. Kami juga meminta murid dan orang tua jangan percaya kalau ada kabar kebocoran soal UN, dan jangan percaya pada tawaran pembelian naskah UN yang mengklaim naskah UN 2010," tandasnya.
***
sumber: republika.co.id




Minggu, 07 Maret 2010

Uji coba ujian yang lebih dikenal dengan "try out" sudah tidak asing lagi bagi siswa di Indonesia. Apalagi dengan menjamurnya lembaga bimbingan belajar (bimbel).

Biasanya, "try out" yang diselenggarakan bimbel dilakukan secara konvensional, yaitu dengan kehadiran fisik. Tetapi salah satu bimbel di Indonesia, Primagama, mencoba bentuk baru. Bekerjasama dengan Microsoft, Primagama meluncurkan layanan "try out" online untuk menyambut Unas 2010. Layanan online ini dapat diakses melalui www.primagamaplus.com.

"Saat ini banyak sekali layanan yang sifatnya online. Namun belum tentu isinya mendidik," ujar General Manager Primagama Adam Primaskara, saat peluncuran www.primagamaplus.com di kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

"Try out" online memfasilitasi siswa sekolah dari jenjang SD hingga SMA untuk bisa belajar di rumah tanpa dipungut biaya alias gratis. Fasilitas ini, terang Adam, dapat dinikmati seluruh siswa di Indonesia, tanpa terhalang letak geografis. Mereka yang ingin mencobanya cukup melakukan registrasi di laman tersebut.

"Setelah ini, kami akan ada layanan lain, seperti video materi dan tutorial. Juga akan dibuat sistem serupa untuk persiapan SNMPTN, UM-UGM, SIMAK UI, dan lainnya," tambah Adam.

Selain dapat belajar menghadapi soal ujian, siswa juga dapat mengetahui hasilnya secara real-time dan membandingkannya dengan hasil dari siswa di wilayah lain. Sistem online ini juga dapat memetakan siswa di daerah mana yang masih kesulitan menghadapi Ujian Nasional.
***
sumber: edukasi.kompas.com



Labels

Alumni (21) Amerika Serikat (1) Angkatan 1995 (1) Anti Korupsi (1) Arab Saudi (1) Arema Malang (1) Artikel (8) ASEAN (1) ay kusnadi (1) Ayusta (1) Bahasa (2) Balitjestro 2008 (1) Bandung (1) Bank Mandiri (1) Bantuan Operasional Sekolah (1) barongan (1) Basketball (1) bca (1) Beasiswa (19) Berita (3) berita duka (1) BHMN (1) Bimbel (1) Biodiversity (1) Bisnis (1) bisnis online (1) Blog (5) bondan winarno (1) BOS (3) Buku (1) Buku Paket (1) Bulan Bahasa (1) Bullying (1) Bursa Kerja (1) Candi Kidal (1) Class Meeting (1) Dee (1) dollar gratis (1) Dumpul (1) dunia maya (1) Ekstrakurikuler (5) Facebook (2) Fair Play (1) Fisika (1) Friendster (1) Futsal (1) gado gado (1) Global Warming (1) Google (1) Gunung Tabor (1) Guru (10) Gus Dur (1) HUT ke-30 (1) IKAPALA (1) imam gozali (1) Inggris (1) Inspirasi (1) Internet (1) IPB (1) Iptek (3) Istana Negara (2) ITB (1) Jabodetabek (1) Jambi (1) Jawa Timur (4) Jepang (1) jerman (3) Jeru (1) Jilu (1) Jombang (1) Jusuf Kalla (1) Kabupaten Malang (4) kampus (1) karir.com (1) Kegiatan (1) Kelas A4 (1) Kelas XII (1) Kemendikbud (3) Kemendiknas (1) Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (1) Kepala Sekolah (1) Kesehatan (3) KH. Abdurrahman Wahid (1) Kiat Jitu (1) Komik (1) Komunitas (1) kosmetika (1) Kota Batu (1) Kota Malang (5) Kuliah (1) kuliner (1) kusti (2) launching (1) Lingkungan (1) LIPI (1) Lowongan (1) Lulusan 2008 (1) M. Nuh (1) Mahasiswa (2) Mahasiswa Baru (2) Mahkamah Konstitusi (1) maknyus (1) Malang (3) Malang Raya (1) Malangsuko (1) Malaysia (1) Matematika (1) Mendiknas (1) Mendit (1) Menkominfo (1) Menulis (2) Menulis Ilmiah (1) Minat Baca (1) Motto Kelas (1) nDangdut (1) Nostalgia (2) Otonomi Daerah (1) Pahlawan Nasional (1) pak temun (1) Pancasila (1) panggung terbuka (1) Pelajar (1) Pelajaran (1) Pemerintah (1) Pendidikan (11) Pendidikan Nasional (6) Penelitian Ilmiah Remaja (2) Perbankan (1) Perguruan Tinggi (3) Perguruan Tinggi Swasta (2) Permen Karet (1) Pertamina (2) Pilkada (1) PMP (1) PMR (1) Pornografi (1) pramuka (2) Precet (1) Profil (2) PTN (3) PTS (1) Redaksi (1) remaja (2) reuni (5) Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (3) Riset (1) RSBI (4) Rujak Cingur (1) S-1 (1) S1 (1) S2 (1) S3 (1) Sains (1) Sarjana (1) SBI (1) SD (5) Sejarah (3) Sekolah Hijau (1) Sepakbola (2) sepeda (1) Situs (1) SMA (17) SMA Kebon Tebu (1) SMAN 1 Malang (1) sman tumpang (3) SMANETA (10) Smansa (1) SMK (1) SMKN Turen (1) SMP (4) SNMPTN (2) SNMPTN Online (1) soeharto (1) STT Telkom (1) sugeng hadiono (1) Sukoanyar (1) Surabaya (1) Tahun 2013 (1) Tahun Baru (1) Taiwan (1) Tawuran (1) teknologi (3) Tes Online (1) Tips (5) Tomik HS (1) Trik (1) Try Out Online (1) Tulus Ayu (1) Tumpang (2) UAN (2) UASBN (1) UGM (2) UI (1) Ujian (2) Ujian Akhir Nasional (1) Ujian Nasional (5) Ujian Nasional 2010 (1) Ujian Nasional 2011 (1) Ujian Nasional 2012 (1) UM (1) UMB (1) UN (7) UN 2010 (5) UN 2012 (1) Universitas (1) Universitas Brawijaya (1) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (1) Universitas Paramadina (1) UNS Solo (1) Virus (1) wafat (1) Wakil Gubernur (1) website (2) Wendit Water park (1) Wisata (2) wisnuwardhana-narasinghamurti (1) www.smantumpang.com (1)
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!