Tampilkan postingan dengan label SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 September 2010

Banyak orang yang belum menyadari bahwa anak dan remaja di Indonesia telah terpapar pornografi dalam jumlah yang tidak bisa dibayangkan. Bahkan, anak SD banyak yang mengakses pornografi dari gambar di komik.

Selama ini diketahui bahwa akses pornografi paling banyak diperoleh dari internet atau game online. Tapi selain perangkat berteknologi tersebut, menurut hasil riset yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati, anak kelas 4-6 SD di Jabotabek paling banyak mengakses pornografi dari gambar di komik. Buku-buku komik jagoan diketahui ada yang berisi gambar-gambar vulgar.

Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap 2.818 anak SD kelas 4-6 sepanjang Januari 2008 hingga Februari 2010 di Jabodetabek, ditemukan bahwa 67 persen dari anak-anak tersebut sudah pernah melihat atau mengakses pornografi dari komik (24 persen), situs porno (22 persen), game online (17 persen) dan film televisi (12 persen).

"Hasil ini sangat mencengangkan, karena anak-anak kita yang masih sangat muda kelas 4-6 SD sudah banyak mengakses pornografi dan paling banyak dari komik Naruto," ungkap Elly Risman, Psi, Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati, dalam acara 'Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi' di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Dari data tersebut, ternyata 37 persen anak mengakses pornografi tersebut di rumah sendiri dan 11 persen dari rumah teman.

"Bila dijumlahkan, ini berarti hampir 1 dari 2 anak kita melihat pornografi dari rumah sendiri, dengan alasan iseng (21 persen), penasaran (18 persen), terbawa teman (9 persen) dan takut dibilang kuper (3 persen)," jelas Elly lebih lanjut.

Selain data hasil riset tersebut, Yayasan Kita dan Buah Hati yang merupakan lembaga nirlaba bergerak dalam bidang pengasuhan anak pertama di Indonesia juga melakukan pertemuan dengan hampir 70.000 orangtua di 31 provinsi.

Hasilnya, ternyata para orangtua tidak mengetahui atau menyadari apa yang telah disaksikan oleh anak-anaknya dari berbagai fasilitas yang diberikan untuk anak-anak, seperti TV, games, HP, fasilitas internet dan juga bacaan seperti komik dan majalah, yang memungkinkan anak-anak terpapar pornografi secara tidak sengaja.

Riset yang dilakukan pada 400 orangtua tersebut ternyata menunjukkan bahwa 60 persen memberikan peralatan teknologi ke tangan anaknya tanpa alasan, 20 persen lainnya memberikan karena permintaan anak. Bahkan beberapa anak SD sudah dibekali HP Black Berry oleh orangtuanya.

Data lain juga menunjukkan bahwa orangtua bangga kalau mampu membelikan atau mengadakan perangkat teknologi pada anaknya dengan alasan agar tidak gaptek (gagap teknologi), untuk masa depan, tidak malu dengan teman dan lainnya.

"Kita sungguh berada di dalam kultur abai, absen dan merasa aman, karena semua seolah terkendali, termasuk pornografi," tutur Elly.

Padahal, pornografi benar-benar merupakan sebuah penyakit. DR Donald Hilton Jr dari Texas, USA, pernah memaparkan hasil risetnya yang menunjukkan bahwa memang pornografi sesungguhnya adalah penyakit, karena pornografi merubah struktur dan fungsi otak, dengan kata lain merusak otak.

Terjadi perubahan fisiologis bila seseorang memasukkan gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Kerusakan yang ditimbulkan oleh kebiasaan menyaksikan, memainkan atau membaca materi pornografi tersebut ternyata sangat dahsyat.

Bila penggunaan narkoba berketerusan mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan (kecanduan) dapat merusak lima bagian otak, yaitu Orbitofrobtal Midfrontral, Insula Hippocampus Tempiral, Nucleus Accumbens Patumen, Cingalute dan Cerebellum.
***
sumber:detikhealth.com

Jumat, 24 September 2010

Realisasi pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP di Kota Malang, Jawa Timur, belum 100 persen karena keterbatasan anggaran, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dr M Shofwan.

Ia mengakui, saat ini pendidikan gratis belum 100 persen dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. "Kalau pendidikan SD dan SMP digratiskan seluruhnya, tidak mungkin APBD kita mampu menanggungnya, karena untuk menggratiskan biaya pendidikan tersebut paling tidak membutuhkan dana sekitar Rp400 miliar," katanya.

Jika APBD Kota Malang harus tersedot untuk biaya pendidikan gratis sebesar Rp400 miliar, kata dia berarti separuh atau 50 persen APBD hanya untuk pendidikan, karena APBD Kota Malang hanya Rp800 miliar.

Plt Sekkota Malang itu mengatakan anggaran pendidikan yang tertuang dalam APBD 2010 sebesar Rp79 miliar saja sudah banyak memangkas berbagai program dan kegiatan di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), apalagi kalau sampai sebesar Rp400 miliar, semua program pembangunan bisa berhenti total.

Menurut Shofwan, yang bisa dilakukan dan direalisasikan oleh Pemkot Malang saat ini adalah memberikan biaya nol persen (gratis) dan keringanan bagi siswa kurang mampu dan yang memang benar-benar tidak mampu.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang Ahmadi mengatakan idealnya pendidikan untuk jenjang SD dan SMP memang sudah gratis, namun keterbatasan anggaran daerah membuat program tersebut belum bisa direalisasikan.

Politisi dari PKS itu mengakui kebijakan penggratisan biaya pendidikan tersebut bisa saja dilakukan. Namun, kalau kebijakan itu ditempuh, akan banyak program pembangunan yang dikorbankan, karena 50 persen dana APBD akan tersedot untuk pendidikan.

"Anggaran pendidikan yang hanya 10 persen dari APBD saja sudah banyak kegiatan yang terpangkas, apalagi kalau pendidikan ini benar-benar gratis. Bisa-bisa program pembangunan tidak jalan sama sekali," tegas Ahmadi.

Jika dihitung dengan gaji guru, anggaran untuk pendidikan di Kota Malang bisa mencapai 30 persen dari total APBD daerah itu.

Sebelumnya elemen masyarakat miskin kota dan Aliansi Mahasiswa Bersatu mendesak agar pendidikan di Kota Malang benar-benar digratiskan. Desakan itu beberapa kali dilakukan di gedung DPRD setempat bersamaan dengan pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB).
***
sumber: sinarharapan.co.id

Jumat, 23 April 2010

Setelah Ujian Nasional (UN) untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) berakhir pada hari Kamis (1/4/2010), maka tinggal penyelenggaraan ujian kelulusan untuk sekolah dasar (SD). Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) akan digelar pada tanggal 4-6 Mei mendatang.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria mengatakan, rencananya akan diikuti oleh 4.428.797 peserta di seluruh Indonesia. "Namun, beda dengan SMP dan SMA, kelulusan SD diserahkan kepada sekolah," katanya dalam keterangan pers di Kemdiknas.

Hal ini, lanjut Ramli, disebabkan SD masih termasuk dalam program Wajib Belajar (Wajar) sehingga tidak bisa disamaratakan di seluruh daerah. Oleh karena itu, penyelenggaraannya pun diserahkan kepada provinsi. Proporsi soal didominasi oleh soal-soal dari daerah. Sekitar 75 persen dari 50 soal UASBN akan dibuat oleh daerah, sedangkan 25 persen lainnya dibuat oleh pusat dan akan dikirim ke daerah. "Karena daerah sendiri yang tahu standar daerahnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ramli juga menyatakan, seluruh daerah mengaku sudah siap untuk menyelenggarakan UASBN meski waktu penyelenggaraannya masih lama. "Di daerah yang saya kunjungi, misalnya, di Batam sudah dicetak soal. Tinggal dibagikan ke daerah dan sekolah," tandasnya.
***
sumber: edukasi.kompas.com




Senin, 29 Maret 2010

Masih dua jam menjelang waktu ashar, tapi Masjid Al Hidayah di Jl Laksmana Adi Sucipto, Blimbing, Kota Malang, sudah dijubeli ratusan bocah dan ABG, Kamis (25/3). Mereka itu adalah para siswa madrasah tsanawiyah (SMP) dan ibtidaiyah (SD) Hasyim Ashari, yang berkumpul untuk melakukan istighotsah, sebuah acara yang belakangan ngetren diadakan sekolah-sekolah, khusus menyambut ujian nasional (Unas).

“Saya berniat untuk menenangkan diri, agar tujuan saya berdoa ini bisa berhasil sepenuhnya,” suara lembut Drs H Afandi, sang Kepala Madrasah dari mikrofon masjid, membuyarkan kegaduhan khas siswa sekolah. Para siswa pun segera bersila, terdiam lantas bersiap mengikuti istighotsah.

Istighotsah yang berlangsung cukup lama itu hanya salah satu dari apa yang disebut ‘ikhtiar batin’ oleh Ustad Afandi. Ada banyak lagi cara sekolah membiarkan siswa mereka untuk mendekatkan diri kepada sang khalik.

Salah satunya, berpuasa. Namun, tentu saja bukan siswa yang diwajibkan berpuasa karena mereka tentu bakal sempoyongan saat mengerjakan soal ujian, melainkan orangtua dan wali murid. “Bapak, Ibu, para orangtua murid. Setelah ini kami sarankan untuk berpuasa. Lakukan puasa ini agar anak-anak kita lulus 100 persen dalam Unas. Lakukan mulai besok, sampai tanggal 1 April mendatang,” ujar Afandi kepada para orangtua murid, selepas memimpin istighotsah kemarin.

Berpuasa ini juga bukan satu-satunya. Afandi, kemarin juga meminta kepada para orangtua, untuk membekali anak-anak mereka dengan sebotol air mineral ‘istimewa’, yang harus dibacakan bismillahirrohmanirrohim sebanyak 867 kali.

Mengapa harus sebanyak itu? “Angka itu adalah ijazah (pesan, Red) dari kiai kami sebelumnya,” jawab Afandi.

Bahkan, kata Afandi, satu upaya lain juga sudah dilakukan pihak madrasah beberapa hari sebelum istighotsah ini. Beberapa guru diutus pergi ke Madura, hanya untuk menyerahkan pensil para peserta Unas ke seorang kiai.

Tiap pensil itu mendapat doa khusus dari kiai. Itu belum termasuk usaha lain, seperti kunjungan para guru dan siswa ke beberapa makam kiai di sekitar Malang.

Afandi menyebut, upaya-upaya yang dilakukan pihaknya itu sebagai ikhtiar batin, yang melengkapi ikhtiar dhohir siswa, seperti belajar dan latihan soal. Hal-hal semacam ini, menurutnya, dipercaya bakal membuat siswa lebih tenang saat ujian.

Afandi mengatakan, upaya ini selalu dilakukan pihaknya setiap Unas. Namun, ia sendiri mengakui, belum tentu berhasil. Buktinya, untuk tahun lalu saja, ada 30 persen siswanya yang tak lulus Unas. “Ikhtiar itu kan hanya upaya. Semuanya, tetap tergantung SDM-nya juga,” ujar Afandi.

Salah satu orangtua siswa, Hj Siti Aminah, mengaku akan menurut saja segala ikhtiar yang diminta pihak madrasah, termasuk berpuasa seminggu penuh dan membaca kalimat basmallah sebanyak 867 kali ke air minum siswa. “Kami percaya itu untuk kebaikan anak-anak kami juga. Sebagai seorang ibu, saya tentu was-was dengan hasil Unas anak saya,” ujar Aminah.

Apa yang dilakukan madrasah Hasyim Ashari ini, menurut pemerhati Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr Masykuri Bakri umum dilakukan sebuah madrasah.

Hanya, Masyukuri mengatakan, upaya-upaya ikhtiar semacam itu bisa bertentangan dengan syariat agama, bila diartikan secara berbeda. “Dalam kasus diatas, yang bahaya adalah ketika siswa sudah menganggap pensil itu barang sakti, sehingga bisa membuat mereka menjawab semua soal dengan benar. Itu sama saja syirik,” kata Masykuri.

Namun, selama sekolah menjelaskan pensil tersebut hanyalah wasilah (perantara) doa, Masykuri mengatakan upaya ikhtiar batin bukanlah sebuah hal yang salah.

Sementara psikolog anak dari Universitas Wisnuwardhana Malang, Lies Purnamasari MM MSi, mengatakan upaya ini sebaiknya memang perlu dilakukan sekolah. Dari pendekatan dunia psikologi, menurut Lies hal ini menjadi semacam sugesti, yang bisa melecut mental anak setingkat SD dan SMP. “Anak-anak seumuran mereka, kalau tahu pensil dan air sudah didoakan, biasanya akan tersugesti untuk tenang dan percaya diri,” terang Lies.

Hanya, ada baiknya sekolah berhati-hati memilih jenis sugesti yang dilakukan. “Coba bayangkan, kalau pensil itu hilang. Siswa tentu akan grogi, nggak pede, dan takut saat mengerjakan Unas,” ungkapnya.
***
sumber: surya.co.id




Kamis, 25 Maret 2010

70 % dari 1.054 siswa SD dari 7 sekolah yang di wilayah Kabupaten Malang, mengalami gangguan pendengaran. Akibatnya, gangguan itu berdampak pada proses belajar mengajar.

Hal ini terungkap saat dilakukan Kampanye Gizi yang diselengarakan oleh perusahaan swasta di SDN Kidal Tumpang, Kamis (25/3/2010).

Selain mengalami gangguan pendengaran, ratusan siswa tersebut juga mengalami kondisi gigi yang buruk, hingga harus dilakukan penanganan serius oleh tim dokter.

"Sekitar tujuh puluh persen dari ribuan siswa yang ikut tes kesehatan ini mengalami gangguan pendengaran dan gigi berlubang," kata dr Farah Ayu, salah seorang tenaga medis yang melakukan tes gizi kepada para siswa.

Menurut Farah, gangguan pendengaran yang dialami para siswa disebabkan karena seringkali membersihkan telinga dengan alat bantu. Selain itu juga, lubang telinga dalam kondisi kotor.

"Kalau infeksi masih belum, tapi banyak lubang telinga dalam kondisi kotor. Serta anak-anak kebanyakan membersihkan telingan dengan alat bantu," tutur wanita berjilbab ini.

Sebanyak 1.054 siswa sekolah dasar itu merupakan siswa dari SDN Kidal, SDN Pulungdowo I dan II, SDN Kambingan, SDN Ngingit I dan II, serta Madrasah Ibtida'iyah (MI) Sholeh Yusuf.

Setelah menjalani tes kesehatan yang dimulai dari mata, mulut, telinga, serta gigi, seluruh siswa langsung diberikan obat cacing, penambah darah, serta vitamin A.

"Kami berikan obat cacing, penambah darah serta vitamin A, karena kondisi usia seperti anak-anak ini yakni antara 7 tahun hingga 12 tahun sangat memerlukan tambahan obat seperti itu," tegas Farah.
***
sumber: surabaya.detik.com




Labels

Alumni (21) Amerika Serikat (1) Angkatan 1995 (1) Anti Korupsi (1) Arab Saudi (1) Arema Malang (1) Artikel (8) ASEAN (1) ay kusnadi (1) Ayusta (1) Bahasa (2) Balitjestro 2008 (1) Bandung (1) Bank Mandiri (1) Bantuan Operasional Sekolah (1) barongan (1) Basketball (1) bca (1) Beasiswa (19) Berita (3) berita duka (1) BHMN (1) Bimbel (1) Biodiversity (1) Bisnis (1) bisnis online (1) Blog (5) bondan winarno (1) BOS (3) Buku (1) Buku Paket (1) Bulan Bahasa (1) Bullying (1) Bursa Kerja (1) Candi Kidal (1) Class Meeting (1) Dee (1) dollar gratis (1) Dumpul (1) dunia maya (1) Ekstrakurikuler (5) Facebook (2) Fair Play (1) Fisika (1) Friendster (1) Futsal (1) gado gado (1) Global Warming (1) Google (1) Gunung Tabor (1) Guru (10) Gus Dur (1) HUT ke-30 (1) IKAPALA (1) imam gozali (1) Inggris (1) Inspirasi (1) Internet (1) IPB (1) Iptek (3) Istana Negara (2) ITB (1) Jabodetabek (1) Jambi (1) Jawa Timur (4) Jepang (1) jerman (3) Jeru (1) Jilu (1) Jombang (1) Jusuf Kalla (1) Kabupaten Malang (4) kampus (1) karir.com (1) Kegiatan (1) Kelas A4 (1) Kelas XII (1) Kemendikbud (3) Kemendiknas (1) Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (1) Kepala Sekolah (1) Kesehatan (3) KH. Abdurrahman Wahid (1) Kiat Jitu (1) Komik (1) Komunitas (1) kosmetika (1) Kota Batu (1) Kota Malang (5) Kuliah (1) kuliner (1) kusti (2) launching (1) Lingkungan (1) LIPI (1) Lowongan (1) Lulusan 2008 (1) M. Nuh (1) Mahasiswa (2) Mahasiswa Baru (2) Mahkamah Konstitusi (1) maknyus (1) Malang (3) Malang Raya (1) Malangsuko (1) Malaysia (1) Matematika (1) Mendiknas (1) Mendit (1) Menkominfo (1) Menulis (2) Menulis Ilmiah (1) Minat Baca (1) Motto Kelas (1) nDangdut (1) Nostalgia (2) Otonomi Daerah (1) Pahlawan Nasional (1) pak temun (1) Pancasila (1) panggung terbuka (1) Pelajar (1) Pelajaran (1) Pemerintah (1) Pendidikan (11) Pendidikan Nasional (6) Penelitian Ilmiah Remaja (2) Perbankan (1) Perguruan Tinggi (3) Perguruan Tinggi Swasta (2) Permen Karet (1) Pertamina (2) Pilkada (1) PMP (1) PMR (1) Pornografi (1) pramuka (2) Precet (1) Profil (2) PTN (3) PTS (1) Redaksi (1) remaja (2) reuni (5) Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (3) Riset (1) RSBI (4) Rujak Cingur (1) S-1 (1) S1 (1) S2 (1) S3 (1) Sains (1) Sarjana (1) SBI (1) SD (5) Sejarah (3) Sekolah Hijau (1) Sepakbola (2) sepeda (1) Situs (1) SMA (17) SMA Kebon Tebu (1) SMAN 1 Malang (1) sman tumpang (3) SMANETA (10) Smansa (1) SMK (1) SMKN Turen (1) SMP (4) SNMPTN (2) SNMPTN Online (1) soeharto (1) STT Telkom (1) sugeng hadiono (1) Sukoanyar (1) Surabaya (1) Tahun 2013 (1) Tahun Baru (1) Taiwan (1) Tawuran (1) teknologi (3) Tes Online (1) Tips (5) Tomik HS (1) Trik (1) Try Out Online (1) Tulus Ayu (1) Tumpang (2) UAN (2) UASBN (1) UGM (2) UI (1) Ujian (2) Ujian Akhir Nasional (1) Ujian Nasional (5) Ujian Nasional 2010 (1) Ujian Nasional 2011 (1) Ujian Nasional 2012 (1) UM (1) UMB (1) UN (7) UN 2010 (5) UN 2012 (1) Universitas (1) Universitas Brawijaya (1) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (1) Universitas Paramadina (1) UNS Solo (1) Virus (1) wafat (1) Wakil Gubernur (1) website (2) Wendit Water park (1) Wisata (2) wisnuwardhana-narasinghamurti (1) www.smantumpang.com (1)
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!