Rabu, 22 September 2010


Tak banyak instansi pemerintah, apalagi di daerah, yang siap menjalankan UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pemerintah Kabupaten Malang merupakan salah satu yang siap sehingga meraih Otonomi Award 2010 bidang akuntabilitas. Apa saja inovasinya? Apa pula kelebihan dan kelemahannya? Berikut pemaparan Dadan S. Suharmawijaya, peneliti The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).

---

JAUH hari sebelum UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik lahir, JPIP sudah memasukkan isu transparansi dan akses informasi publik menjadi bagian penilaian Otonomi Award. Isu lain, yaitu sanitari birokrasi, responsivitas dan responsibilitas aparatur, serta pengaduan masyarakat, dijadikan pembentuk indikator akuntabilitas publik. Indikator itu mengukur sejauh mana pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap rakyatnya.

Sebagai peraih Otonomi Award 2010 bidang akuntabilitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memiliki sejumlah terobosan yang patut ditiru daerah lain. Terutama dalam memberikan akses informasi, transparansi, dan pengaduan publik yang ditunjang teknologi informasi. Melalui badan pengolahan data elektronik (PDE), Pemkab Malang telah membuat website pemkab dan subdomain yang melingkupi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kecamatan, DPRD, dan BUMD.

Yang istimewa adalah keberanian Pemkab Malang memberikan kemudahan akses bagi publik untuk memperoleh dokumen rincian APBD. Yang perlu menjadi catatan, kabupaten/kota lain hanya memublikasikan APBD dalam bentuk ringkasan. Sementara itu, Kabupaten Malang memublikasikan rincian APBD-nya yang bisa diunduh di websitehttp://www.malangkab.go.id. Dalam versi cetak, dokumen APBD tersebut bisa setebal sepuluh sentimeter (10 cm) atau setara 2 rim kertas HVS.

Akses terhadap APBD yang mudah diunduh tersebut jelas merupakan terobosan yang patut dipertahankan dan ditiru daerah lain. Itu perlu diapresiasi karena masih banyak daerah lain yang menganggap APBD sebagai dokumen rahasia. Padahal, APBD merupakan informasi publik yang boleh didapatkan masyarakat. Justru, pejabat pemerintah yang mempersulit akses, menurut UU No 14/2008, bisa dipidanakan.

Pemkab Malang juga menghilangkan kendala teknis yang bagi daerah lain sering dijadikan alasan untuk tidak memberikannya kepada publik. Di antaranya, dokumen rincian APBD dicetak terbatas, terlalu tebal untuk diberikan ke masyarakat, serta tidak ada instansi yang melayani. Dengan model Pemkab Malang, semua alasan teknis tidak lagi menjadi kendala.

Inovasi lain penunjang akses informasi publik yang dikembangkan Pemkab Malang adalah domain website Pemkab Malang menggunakan metode CMS (content management system). Yaitu, sebuah sistem yang memberikan kemudahan bagi semua user dalam mengelola dan mengubah isi website. User dalam hal ini adalah masing-masing SKPD, kecamatan, serta BUMD yang bertanggung jawab atas isi website.

Sampai saat ini, telah terkoneksi instansi Pemkab Malang sebagai user yang dapat memberikan informasi melaluiwebsite sesuai tanggung jawabnya. Sampai pertengahan 2010, antara lain, ada empat asisten sekretaris daerah, 14 bagian sekretariat daerah, tiga bagian sekretariat DPRD, 19 dinas, 10 badan, inspektorat, UPT perizinan, RSUD Kanjuruhan, 33 kecamatan, 12 kelurahan, dan 7 desa.

Untuk memperluas akses informasi publik, Pemkab Malang juga memiliki sejumlah program penunjang lain. Meliputi, layanan pengaduan masyarakat dengan surat warga, aplikasi mail tracking, telecenter, dan mobile-community acces point (M-CAP).

Surat warga (pengaduan) merupakan upaya pemkab untuk menjaring aspirasi, kritik, keluhan, saran, dan masukan dari masyarakat, baik di wilayah Kabupaten Malang maupun dari luar wilayah. Pengaduan diakomodasi melalui websitedan pos PO BOX 9000. Seluruh pengaduan masyarakat dapat ditujukan kepada bupati, wakil bupati, maupun instansi pemerintah (SKPD).

Contohnya, rekapitulasi surat warga (pengaduan) yang masuk pada 2007 yang mencapai 61 surat, 2008 (104 surat), 2009 (202 surat), dan pertengahan 2010 (97 surat) merupakan pengaduan serius dan telah ditanggapi.

Mail tracking dibuat sebagai solusi atas persoalan administrasi surat-menyurat yang konvensional. Mail trackingtersebut memakai aplikasi yang menggunakan jaringan internet yang terintegrasi ke website Pemkab Malang. Dengan sistem tersebut, administrasi surat keluar dan masuk dari internal maupun masyarakat umum bisa terlacak. Dengan demikian, tidak ada lagi keruwetan surat-menyurat karena berkas hilang entah di meja pejabat yang mana.

Telecenter merupakan pusat fasilitas teknologi informasi bagi masyarakat. Berupa balai informasi masyarakat berbasis internet yang dilengkapi fasilitas internet, telepon, dan faksimile. Fasilitas tersebut sementara ditempatkan di daerah yang telah menjadi sentra UKM karena diprioritaskan untuk menunjang perkembangan sentra ekonomi masyarakat. Contohnya, Telecenter Tirtoyudo dan Telecenter UPT Kendedes.

Sementara itu, mobile-community access point (M-CAP) muncul karena kurangnya akses masyarakat terhadap teknologi informasi dan komunikasi (internet), khususnya di daerah pedesaan. Program tersebut berfungsi sama sepertitelecenter. Namun, tidak statis, tapi bergerak karena berupa mobil yang dilengkapi fasilitas seperti telecenter.

Pemkab Malang menyediakan unit mobil M-CAP yang dilengkapi fasilitas enam laptop dan penunjangnya untuk melayani layanan internet, telepon, dan faksimile di desa-desa. Mobil tersebut keliling ke desa-desa dengan jadwal khusus agar masyarakat desa bisa mengakses kebutuhan informasi, terutama tentang pemerintahannya.
***
sumber: JawaPos Online

Selasa, 21 September 2010

Arus lalu lintas di Kota Malang, Jawa Timur, pada 2015 akan macet total jika pemerintah setempat tidak membenahinya, baik fisik jalan maupun rekayasa jalur kendaraan, kata seorang pakar transportasi.

Saya prediksikan tahun 2015 kendaraan di Kota Malang akan sulit bergerak bahkan macet total jika tidak ada tindakan kongkrit dari Pemkot Malang,” kata pakar transportasi dan lalu lintas Universitas Brawijaya Harnen Sulistyo di Malang, Selasa (21/9).

Menurut Harnen, sekitar 1997-1998 dia dan beberapa mahasiswa meneliti dan hasilnya menunjukkan pada 2010 kemacetan di Kota Malang akan bertambah parah.

Namun, kemacetan yang luar biasa pada 2010 justru dibiarkan tanpa ada upaya pemerintah kota dalam mengatasinya.

“Seharusnya Pemkot Malang membuat perencanaan jaringan jalan untuk tahun 2010-2030,” kata Dekan Fakultas Teknik Brawijaya itu

Harnen memperkirakan, kemacetan arus lalu lintas di Kota Malang dalam lima tahun ke depan akan lebih parah dibandingkan Jakarta sekarang, apalagi masyarakat Kota Malang yang memiliki kendaraan semakin banyak.

Menanggapi pernyataan pakar transportasi tersebut Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang M Yusuf berjanji bekerja maksimal agar perkiraan kemacetan total itu dihindari.

“Kita sudah merancang manajemen rekayasa lalu lintas yang baru di beberapa titik di Kota Malang,” kata Yusuf.

***

sumber: Surya Online & Kompasiana

Minggu, 05 September 2010

Sebanyak 455 orang guru dinyatakan belum layak lulus dalam Pendidikan Profesi dan Pelatihan Guru (PPLG) 2010 di panitia sertifikasi guru rayon (PSG) 15 Universitas Negeri Malang. Ini disampaikan oleh Pembantu Rektor I UM, Kusmintardjo.

Menurut Kusmintardjo, terlepas dari masih adanya guru yang harus mengikuti ujian ulang tersebut, namun menurutnya, hasil ini memberikan sinyal kemajuan kualitas guru tiap tahunnya. Pasalnya, jumlah tersebut bisa dikatakan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Tiap tahun, ada kecenderungan jumlah tidak lulus semakin sedikit,” ujar Kusmintardjo.

Kebanyakan dari mereka yang belum lulus, dinilai kurang cakap dalam aspek pembelajaran, yang di antaranya meliputi model dan media pembelajaran. Menurut Kusmintardjo, ini sebenarnya ironis, karena aspek itulah yang paling penting dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Para guru yang belum lulus masih diberi kesempatan mengikuti ujian sampai dua kali. Namun, bila tetap gagal dalam dua kali ujian, pihak UM akan mengembalikan mereka ke Dinas Pendidikan masing-masing.

Hasil dari PPLG ini, kata Kusmintardjo, bisa dilihat di situs resmi PSG rayon 15. Sementara itu, sejumlah peserta PPLG di rayon 15 dikabarkan sempat mengeluhkan kinerja panitia yang lambat dan tak memiliki kalender akademik yang jelas.

Namun, ini dibantah oleh pihak UM melalui situs resmi tersebut. Menurut panitia, variabel kelancaran PLPG sangat banyak, sehingga tidak bisa dibuat seperti sistem akademik yang hanya melibatkan UM dan mahasiswa.

***

sumber: Surya Online

Rabu, 01 September 2010

Virus Stuxnet, atau dikenal juga dengan sebutan Winsta, melahap semua lahan kosong di hardisk hingga penuh. Menurut Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom, kepada detikINET, Indonesia adalah negara dengan korban Stuxnet terbanyak kedua di dunia setelah Iran.

Virus yang awalnya menyebar dari berbagai situs porno, program bajakan dan konten 'abu-abu' lainnya itu cukup meresahkan. Berikut adalah langkah-langkah membasmi virus itu, seperti dituturkan oleh analis antivirus Vaksincom Adi Saputra:

1. Menggunakan Dr Web CureIt

Adi menyarankan korban Winsta alias Stuxnet itu untuk mengunduh piranti lunak penghapus virus. Removal Tools bernama Dr.Web CureIt itu bisadiunduh dari situs FreeDrWeb.com

2. Perbaiki Registri

Kemudian, Adi menyarankan perbaikan pada regitri Windows yang sudah dimodifikasi oleh virus. Caranya, pertama-tama, salin script di bawah ini ke file Wordpad.

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, ShowSuperHidden,0x00010001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, SuperHidden,0x00010001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, HideFileExt,0x00010001,0
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"

[del]
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\MRxCls
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\MRxNet
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Services\MRxCls
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Services\MRxNet
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXClS
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXNET
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXClS
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Services\Enum\Root\LEGACY_MRXNET

Kemudian, simpan file dengan nama 'repair.inf'. Gunakan pilihan Save as type menjadi Text Document agar tidak terjadi kesalahan. Lalu, klik kanan file 'repair.inf', pilih 'Install' dan restart komputer.

"Bersihkan temporary file, hal ini agar dapat mencegah sisa trojan yang mencoba aktif kembali. Gunakan tools seperti ATF Cleaner atau gunakan fitur Windows yaitu Disk Clean-Up," tulis Adi.

3. Solusi Darurat

Selain itu, berikut adalah script darurat yang bisa digunakan untuk mencegah agar Winsta tidak kembali menginfeksi. Simpan script berikut dengan nama Winsta.bat (tipe file: Text)

@echo off
del /f c:\windows\system32\winsta.exe
rem rd c:\windows\system32\winsta.exe
md c:\windows\system32\winsta.exe
del /f c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
rem rd c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
md c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
del /f c:\windows\system32\drivers\mrxcls.sys
rem rd c:\windows\system32\drivers\mrxcls.sys
md c:\windows\system32\drivers\mrxcls.sys
attrib +r +h +s c:\windows\system32\winsta.exe
attrib +r +h +s c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys
attrib +r +h +s c:\windows\system32\drivers\mrxnet.sys

Setelah selesai, klik ganda file Winsta.bat yang dihasilkan. Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, scan kembali menggunakan antivirus yang ter-update dan mengenali virus ini dengan baik.
***

sumber: detikINET.com

Rabu, 21 Juli 2010

Kejayaan SMAK Frateran berakhir sudah. Di laga lanjutan Honda DBL 2010 East Java Series South Region, SMAK Frateran kandas di tangan SMAN 1 Tumpang (Smaneta). Smaneta mengalahkan Frateran 35-26 dan membuka peluang besar melaju ke babak big eight.

Kemenangan Smaneta atas Frateran ini merupakan kejutan di kompetisi ini. Pasalnya Frateran memiliki catatan yang cukup apik di setiap kompetisi basket yang digelar di kota dingin ini. Sedangkan nama Smaneta, hampir-hampir tak pernah terdengar dan menjadi ancaman bagi tim-tim Kota Malang.

Dengan kemenangan ini juga, Smaneta menempati posisi puncak klasemen sementara Grup F. Peluang melaju ke babak big eight pun terbuka sangat lebar. Seandainya kalah di pertandingan terakhir, Smaneta bisa saja tetap melaju ke delapan besar, dengan catatan, nilai rata-rata yang dikantongi tim asuhan Iwan Syaifulloh ini lebih tinggi dibandingkan tim lainnya.

Di pertandingan ini, Smaneta harus berjuang keras untuk mengalahkan Frateran. Tim yang mengenakan jersey kuning-kuning ini sempat mendapat perlawanan yang berat di kuarter pembuka. Begitu dimulai, Frateran langsung melakukan serangan cepat. Namun serangan perdana tim asuhan Yulianto ini tidak berhasil menciptakan poin dan dimanfaatkan dengan baik oleh pasukan Smaneta. Melalui tembakan Muh Setyo Hadisaputro, Smaneta menciptakan poin perdana.

Meski berhasil mencetak poin pertama, tetapi kuarter pertama gagal ditutup oleh Smaneta dengan kemenangan. Frateran justru unggul meski dengan angka yang sangat tipis, 5-4.

Kekalahan di kuarter pertama ini menjadi pelecut semangat Smaneta memasuki kuarter kedua. Tak menunggu lama, pasukan Smaneta pun langsung menggencarkan serangan-serangan. Abdul Khanan Fikri menjadi bintang di lapangan ini karena berulang kali menjadi eksekutor Smaneta dan menciptakan poin. Smaneta pun terus unggul hingga kuarter keempat berakhir.

Pelatih SMAN 1 Tumpang, Iwan Syaifulloh mengatakan, timnya sendiri tidak 100 persen tampil bagus di pertandingan kedua ini. Menurutnya penampilan anak asuhnya ini justru anti klimaks. Kondisi ini tergambar di kuarter pertama, yakni ketika timnya tertinggal setengah bola dari Frateran.

‘’Sebenarnya para pemain mengalami anti klimaks di pertandingan ini akibat memenangkan pertandingan pertama lalu. Lihat saja di kuarter pertama, mereka tidak bisa bermain apik dan akhirnya dikalahkan oleh Frateran. Untung saja kemudian para pemain bisa bangkit. Di kuarter kedua dan berikutnya, mereka bisa tampil lebih baik,’’ ungkap Iwan.

Di pertandingan pamungkas pada babak penyisihan mendatang, Smaneta akan berhadapan dengan SMKN 11 yang sudah tidak memiliki peluang ke babak delapan besar karena sudah dua kali mengalami kekalahan.

‘’Meski berpeluang besar untuk lolos dan memenangkan pertandingan, tetapi kami tidak boleh lengah sedikitpun. Kami akan tetap fight menyambut pertandingan terakhir di babak penyisihan mendatang,’’ pungkasnya.
***
sumber: malang-post

Jumat, 30 April 2010

Lagi-lagi, Kota Batu terendah tingkat kelulusan Ujian Nasional (Unas) se-Malang Raya untuk jenjang SMA/MA/SMK. Bahkan di sektor SMK angka kegagalan menjadi 29,88 persen dari sebelumnya hanya empat persen.

Mistin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu mengatakan angka itu disumbang 40 peserta titipan SMK Muhammadiyah 06 Lamongan, yang 50 persennya tidak lulus. “Memang untuk angka kelulusan SMK tahun ini jauh di bawah harapan kami. Tahun lalu memang di tingkatan SMK angka kegagalannya hanya empat persen saja,” beber Mistin.

Sementara, untuk SMA, Mistin mengaku cukup puas meskipun angka kelulusannya hanya 81 persen dari total 993 siswa. Apalagi sebelum Unas, Dinas Pendidikan Batu sudah cemas karena hasil try out jeblok. “Memang hasil Unas SMA sesuai prediksi kami. Tetapi kami juga tak sepenuhnya puas karena tahun ini yang mendapat nilai 10 untuk setiap mata pelajaran, hanya dua siswa. Padahal kami sudah menyediakan dana lebih bagi siswa yang mendapat nilai 10 akan diberi uang saku Rp 1 juta,” ujarnya.

Meskipun menyandang predikat kelulusan terendah se Malang Raya tetapi, Mistin tak terlalu gusar, karena masih ada Unas ulang. Mata pelajaran yang diikuti siswa gagal pun hanya yang nilainya di bawah standar minimum.

“Jadi selama dua pekan ke depan kami akan mengumpulkan siswa yang tak lulus Unas tahap pertama ini untuk diberi pendalaman materi lagi. Saya harap upaya ini mampu menggenjot angka kelulusan total nantinya,” tandas Mistin.
***
sumber: Surya Online

Kamis, 29 April 2010

Sedikitnya 3.145 siswa dari 27.748 siswa SMA sederajat (SMA, SMK, dan MA) di Malang Raya tidak lulus ujian nasional (UN) utama yang akan diumumkan hari ini. Mereka pun wajib mengulang ujian tahap dua (UN II) 10-14 Mei mendatang.

Di Kota Malang, dari 13.460 siswa SMA/SMK/MA yang mengikuti UN, hanya 11.723 yang berhasil lulus dengan nilai di atas 5,5 sesuai standar minimal UN 2010. Dengam begitu, 1.737 siswa yang dinyatakan tak lulus UN utama.

Rinciannya, untuk tingkat SMK angka ketidaklulusannya mencapai 1.422 atau 18,02 persen dari 7.976 siswa yang mengikuti UN utama. Sedang untuk tingkat SMA/MA, pengklasifikasiannya didasarkan pada jurusan.

Untuk jurusan IPA, dari 2.585 siswa yang ikut UN, sebanyak 68 siswa atau 2,63 persen yang tak lulus. Program IPS, dari 2.615 siswa ternyata yang tak lulus mencapai 205 siswa atau 7,84 persen. Sementara untuk jurusan bahasa, angka ketidaklulusannya mencapai 42 siswa atau 14,79 persen. Padahal jumlah siswanya hanya 282 peserta.

Meski banyak siswa yang tidak lulus ujian, Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang optimistis angka itu akan menjadi nol pada awal bulan depan. Sebab, ada kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan yang akan digelar mulai 10 Mei mendatang.

"Sekarang ini kan belum final. Setelah ikut ujian susulan nanti baru final, dan nanti akan habis (lulus semua)," kata Kadiknas Kota Malang Shofwan di sela-sela jalan sehat lunas PBB, siang kemarin.

Shofwan menegaskan, diknas memiliki alasan cukup kuat para pelajar yang tidak lulus itu bakal lolos saat ujian susulan nanti. Itu karena rata-rata hanya satu mata pelajaran yang tidak lulus. Di SMA, rata-rata yang tidak lulus pada mata pelajaran matematika dan Bahasa Inggris. Sedangkan, pada SMK ada tambahan materi ujian pada tahun ini tentang teori produksi. "Se-Jawa Timur angka ketidaklulusan teori produksi sangat tinggi. Dan mereka bisa mengulang," kata dia.

Shofwan menilai angka ketidaklulusan itu jauh lebih rendah dari hasil tryout yang diselenggarakan sebelumnya. Pada tingkat SMA, yang melakukan pengulangan tryout mencapai 20 persen. "Realitasnya kan hanya 5 persen yang mengulang," ujar dia.

Kondisi serupa juga terjadi di tingkat SMK. Dari tryout yang dilakukan sebelumnya sebanyak 22 persen yang harus mengulang. Tapi, kata dia, kenyataan yang mengulang sebanyak 18 persen. "Prosentase ini juga lebih rendah dibanding daerah lain yang rata-rata mencapai 30 persen," kata dia.

Shofwan juga mengatakan ada 10 lembaga yang memiliki 100 persen angka kelulusan. Yakni, SMAN 10, SMAK St Maria, SMAK St Yusuf, SMA Muhammadiyah 1, SMA Kertanegara, SMA Muhammadiyah 3, dan SMA Darul Ulum Agung. Sedang, untuk tingkat SMK dengan kelulusan 100 persen pada SMK Telkom. "Secara keseluruhan, nilai rata-rata di atas 45-50," katanya.

Sementara, Wali Kota Peni Suparto menandaskan, kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai rata-rata. Dan kenyataannya, nilai rata-rata siswa terus meningkat dari tahun ke tahun. "Berkualitas tidaknya kan di situ ukurannya, ada peningkatan nilai rata-rata," kata Peni.

Peni lantas memberikan penegasan bahwa pendidikan itu memiliki tiga tujuan. Yakni, untuk menambah pengetahuan, keterampilan atau skill, dan perubahan sikap. Dia lantas mencontohkan pada perubahan sikap itu dari yang kurang sadar pada aturan menjadi lebih sadar.

Pada pelaksanaan pengumuman, Peni berharap tidak ada konvoi atau arak-arakan kendaraan roda dua oleh para pelajar. Sebaliknya dia berharap, ada yang menampung luapan kegembiraan para pelajar itu dalam sebuah kegiatan. "Pawai motor hias di malam hari atau seperti apa. Mereka harus difasilitasi dan ada yang mendesain sedemikian rupa," kata dia.
***
Sumber: jawapos.co.id

Rabu, 28 April 2010

Di Kabupaten Malang, tingkat kelulusan siswa SMA sederajat juga masih tergolong tinggi. Dari 5.466 siswa yang ikut UN, 274 siswa harus mengulang. Sedangkan yang dinyatakan lulus dan tidak perlu mengulang UN mencapai 5.192 siswa. Mayoritas ketidaklulusan terbesar dari sekolah swasta.

"Persentase kelulusannya mencapai 94,99 persen. Beda tipis dari tahun kemarin yang mencapai 94,54 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwandi.

Begitu juga untuk tingkat kelulusan pelajar SMK di kabupaten. Dari 7109 siswa yang ikut UN, 703 siswa di antaranya dinyatakan harus mengulang. Yang sudah dinyatakan lulus dan tidak perlu mengulang mencapai 6.409 siswa.

Ada sejumlah pelajaran yang membuat siswa tak lulus UN utama. Di antaranya, untuk SMA jurusan IPA bidang pelajaran Biologi dan Bahasa Inggris. Sedang jurusan IPS, mata pelajaran Sosiologi dan Bahasa Inggris dan jurusan bahasa didominasi pelajaran Antropologi.

"Kami sudah kumpulkan semua kepala sekolah yang siswanya banyak tidak lulus. Mereka kami minta agar mempersiapkan lebih matang agar bisa lulus 100 persen," beber Suwandi.

Begitu juga sekolah swasta yang siswanya banyak tidak lulus. Suwandi mengancam akan membekukan izin operasionalnya. Mereka akan dilebur dengan sekolah swasta yang lain. Selain jumlah siswanya sangat sedikit, hasil UN selalu jemblok dan hampir rata-rata banyak yang tidak lulus.

Bahkan saat pelaksanaan UN, banyak siswa dari sekolah swasta tidak ikut UN tanpa memberikan keterangan apapun. Saat ditegur, sekolah juga mengaku tidak tahu. Sedang mereka sudah masuk dalam nominasi UN.

Karena itu, dalam waktu dekat Suwandi akan memanggil kepala sekolah, ketua yayasan, atau komite sekolah swasta. Kalau sudah tidak sanggup mengelola, akan dibekukan izinnya atau dilebur ke sekolah lain. "Jumlah siswa sedikit, tingkat ketidakkelulusannya sangat tinggi. Itu yang kami rasa akan dibekukan izinnya. Agar sekolah swasta juga bisa konsentrasi mendidik anak negeri ini," beber Suwandi.
***
Sumber: jawapos.co.id

Selasa, 27 April 2010

Hasil Ujian Nasional siswa jurusan Bahasa SMAN 1 (Smansa) Malang telah menyelamatkan muka Malang yang berpredikat Kota Pendidikan ini.

Berdasarkan rekapitulasi hasil Unas yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Trias Desy Aristanti, siswa Bahasa SMAN 1 Malang menempati posisi kedua program Bahasa se-Jatim dengan nilai 52.90, hanya terpaut 0.30 dari peringkat pertama Zainur Rahmah dari SMAN 2 Nganjuk dengan nilai 53.20.

Dengan prestasi itu, Trias menyelamatkan muka Kota Malang yang selama ini dikenal berpredikat Kota Pendidikan, karena tidak ada siswa Kota Malang lain yang masuk 10 besar Jatim pada program IPA maupun IPS. Kelas Bahasa Smansa juga menolong Kota Malang karena menempati urutan ke-9 SMA/MA Bahasa se Jatim dengan nilai 48,51. Sementara itu, para pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang masih bisa berlega hati karena SMAN 1 Kepanjen menempati ranking ke-7 SMA/MA IPS dengan total nilai 50,51.

Namun ada kelegaan lain pada Kadis Pendidikan Kota Malang, HM Shofwan, yaitu persentase kelulusan yang meningkat dari 2009. Tahun ini, peserta Unas SMA yang tidak lulus sebanyak 247 siswa, sedang untuk MA mencapai 68 siswa. ”Alhamdulillah yang harus mengulang hanya sekitar lima persen dari total peserta Unas SMA/MA, 5.484 siswa. Tahun lalu, angkanya 13 persen” kata Shofwan kepada Surya di Balai Kota Malang.

Menurut Shofwan, angka kelulusan siswa SMA/MA tahun 2010 ini di atas target berdasarkan hasil try out. Saat itu, angka ketidaklulusan dipatok 20 persen.

Untuk siswa gagal di sekolah favorit seperti SMAN 3 dan SMAN 4 masing-masing satu siswa dan empat siswa. Sekalipun yang gagal mencapai ratusan siswa, Shofwan merasa optimistis angka ketidaklulusan itu dapat ditekan hingga tinggal 1 persen. Sebab, mereka yang tak lulus UN masih diberi kesempatan mengulang pada 10 Mei 2010.

Dipaksakan

Tingkat ketidaklulusan siswa SMA/SMK di Kabupaten Malang yang mengikuti ujian nasional (Unas) tahun ini turun satu persen dibanding tahun lalu. Jumlah siswa yang tak lulus tahun ini 978 siswa, dengan terdiri siswa SMA sebanyak 274 sedang SMK sebanyak 703.

Drs Suwandi MSi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kabupaten Malang mengatakan, menurunnya tingkat kelulusan siswa yang mengikuti Unas itu karena banyak hal, antara lain banyak sekolah tak sesuai standar pendidikan nasional namun dipaksakan. Itu kebanyakan didominasi sekolah swasta. Misalnya, sarana belajar belum memadai dan kemampuan guru belum maksimal. Akibatnya, yang jadi korban adalah siswanya. Karena itu, tahun depan, Suwandi berjanji akan meningkatkan kualitas sekolah swasta.

“Kami juga merasa kasihan pada siswanya. Padahal, jauh-jauh hari kami sudah mengimbau pada sekolah swasta agar siswanya dipersiapkan benar menghadapi Unas ini. Namun kalau faktanya seperti ini kami akan memberikan atensi khusus pada sekolah yang banyak siswanya tak lulus. Bagi siswa yang tak lulus Unas, mereka bisa mengikiti ujian ulang pada 10 Mei mendatang,” kata Suwandi.
***
Sumber: Surya Online

Senin, 26 April 2010

Hasil Ujian Nasional (UN) SMA sederajat di Malang Raya, jeblok. Setidaknya begitulah gambaran data yang dikeluarkan kantor Pendidikan Nasional (Diknas) Jatim. Sebab, dari 15.895 peserta SMA dan sederajat, siswa yang tidak lulus mencapai 2.387 atau 15,01 persen.

Dikonfirmasi soal di atas, Suwanto Kadiknas Jatim mengelak, kalau hasil UN Malang Raya dikategorikan jeblok. Pasalnya, mereka yang tidak lulus masih memiliki kesempatan untuk menempuh UN ulangan 10 Mei mendatang. ‘’Sementara angkanya seperti itu. Soal baik atau tidak, tergantung dari mana kita melihatnya,’’ tandas Suwanto, Senin sore.

Dari data yang dikeluarkan Diknas Jatim menunjukkan, jumlah siswa yang tidak lulus untuk Kota Malang, naik cukup drastis. Buktinya, dari 7.976 peserta UN 2010 yang tidak lulus mencapai 1.442 atau 18,08 persen. Angka ini melambung hamper dua kali lipat dibanding ketidaklulusan tahun 2009 yang hanya 826 siswa.

Karena hasil itulah, ketika Suwanto ditanya soal peringkat kelulusan untuk Kota Malang, enggan menjawabnya. Bahkan, Suwanto wanti-wanti agar tidak usah menyebutkan materi peringkat atau ranking kelulusan di Malang. ‘’Tidak usalah, soal itu (kelulusan). Karena sangat peka sekali,’’ elaknya dengan nada kalem.

Kondisi lebih menyakitkan terjadi di Kota Wisata Batu. Hasil UN 2010 dari 810 peserta yang dinyatakan lulus hanya 568 orang dan yang tidak lulus mencapai 242 siswa atau 29,88 persen.

Hasil ini, bisa jadi, tetap akan menempatkan Kota Batu sebagai juru kunci tingkat kelulusan UN 2010 di Jatim. Sebab, tahun 2009 lalu, Kota Batu menduduki peringkat ke 38 dari 38 kabupaten kota di Jatim.
Sementara itu, hasil UN SMA sederajat untuk Kabupaten Malang, jauh lebih baik dibanding dua kota se Malang Raya tadi. Pada pelaksanaan UN 2010 SMA sederajat dari 7.109 peserta, yang dinyatakan tidak lulus ‘hanya’ 703 peserta atau setara 9,89 persen. Hasil ini kemungkinan akan mengerek posisi peringkat kelulusan Kabupaten Malang dari yang tahun 2009 di posisi 34 ke posisi lebih baik.

Jika dihitung secara global, angka ketidaklulusan di Malang Raya sebenarnya masih cukup memprihatinkan. Buktinya, dari 15.895 peserta UN 2010, yang tidak lulus mencapai 2.387 siswa atau 15,01 persen. Padahal, tahun 2009, angka ketidaklulusan di Malang Raya masih bertengger dikisaran 14,1 persen.

Dikatakan Suwanto, indikator untuk menetapkan peringkat kelulusan setiap daerah sangat banyak sekali. Dengan kata lain, angka ketidaklulusan saja belum bisa dijadikan ukuran daerah itu hasil UN di daerah tersebut baik atau tidak baik. Selain itu, peserta yang tidak lulus masih diberi kesempatan untuk mengikuti UN ulangan.

‘’Lebih baik, kepala diknas se Malang Raya kosentrasi untuk mendata dan mengelompokkan siswanya, yang akan UN ulangan. Karena, data akhir harus masuk 28 April. Data ini sangat diperlukan menyangkut kebutuhan materi bahan UN ulangan pada 10 Mei mendatang,’’ tandasnya.

Ditambahkan dia, siswa yang memiliki kesempatan mengikuti UN ulangan diminta mempersiapkan diri. Pengalaman ketika mengerjakan soal-soal UN yang pertama bisa dijadikan tumpuan untuk memperbaiki cara belajar. ‘’Saya yakin, hasilnya akan lebih dibanding UN sebelumnya,’’ tuturnya.
***
sumber: malang-post.com

Minggu, 25 April 2010

Indonesia berhasil menjadi juara umum pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) pada 12-17 April 2010 di Denpasar, Bali. Tim Indonesia yang berkompetisi di semua bidang lomba, yakni Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi meraih tujuh medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Prestasi ini mengulang kesuksesan Indonesia pada ajang yang sama tahun lalu di Pszcyna, Polandia.

Tujuh medali emas masing-masing diraih oleh Florencia V.Vaniara/Evelyn L.Wibowo dengan judul penelitian 'Effect of Stem Cell and Mangosteen Peel Extact on Abnormal Cells', Muhammad Kautsar/Dian Sartika Sari/Dhicha Putri Maharani/Hidayu Permata Hardi (Sweitenia Oil:The Use of Mahagony Seed os Bio-Oil Alternative and The Use of Production Waste as Electris Mosquito Repellent). Kemudian Oki Novendra (Mathematical Explamation on the Death of Michael Jackson), Dwiky Rendra Graha Subekti (Big Match:" Suka Kelor" Caramel vs Malnutrition), Sonny Lazuardi Hermawan (Portable Protection Everywhere), Miftah Yama Fauzan (Development of Smart Electric Gun with Adaptive Bullet Speed), dan Andreas Widy Purnomo/Aldo Vitus Wirawan (Green Energy Source: Centripetal Water Turbine).

Sementara medali perak diraih oleh Aria Dhanang Dewangga dan medali perunggu masing-masing diraih oleh Dita Nurtjahya, Fauqia Tambunan/Bening Embun Pagi/Alan Suherman, dan Rizal Panji Islami/Fahmi Maulana Ainul Yakin/Ikhsan Britama. Tim Indonesia juga meraih best performance atas nama Dwiky Rendra Graha Subekti untuk bidang Environmental Sciences dan Ilham Naharudinsya/ Ardelia Djati Safira/Satria Putra Adhitama untuk bidang Basic Mathematics.

Adapun peringkat kedua diraih oleh Jerman dengan dua medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Rusia dengan dua medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Peringkat berikutnya berturut-turut ditempati Belanda, Belarusia, dan Polandia masing-masing meraih satu medali emas.

Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Bambang Indriyanto, mengatakan, keberhasilan siswa Indonesia menjadi juara umum ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara-nengara lain terutama Eropa Timur dan sebagian dari Eropa Barat seperti Jerman dan Belanda. "Kami tahu negara-negara Eropa Timur adalah negara-negara yang kuat di bidang sains, tapi kami menunjukkan bahwa Indonesia lebih kuat dibandingkan dengan mereka," katanya usai penutupan acara penyerahan penghargaan pemenang di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Bali, Jumat (16/4).

Bambang menyampaikan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa potensi akademik siswa Indonesia lebih baik dibandingkan dengan siswa dari luar negeri termasuk. Namun permasalahannya, kata dia, adalah bagaimana mengembangkan atau mengartikulasikan potensi-potensi akademik mereka itu menjadi suatu hal yang menjadikan mereka lebih siap atau lebih menyenangi bidang-bidang sain, yang kebanyakan siswa lain tidak begitu menyukai.

Peran pemerintah, lanjut Bambang, adalah akan menjamin bahwa proses pendidikan nondiskriminatif. "Pemerintah juga akan menyelenggarakan kompetisi semacam ini, yang dimulai pada tingkat kabupaten, kota, provinsi, dan nasional. Sekarang sudah ada olimpiade sains dan lomba penelitian ilmiah remaja, yang akan kami bina tidak hanya berorientasi pada tingkat nasional, tetapi kami sudah berpikir bagaimana mengembangkan sampai dengan tingkat internasional, " katanya.

Ajang ICYS ke-17 diikuti oleh 13 negara peserta dan 20 tim. Negara-negara peserta, yakni Belarusia, Brasil, Kroasia, Jerman, Georgia, Hongaria, Indonesia, Belanda, Polandia, Rumania, Rusia, Turki, dan Ukraina. Turut berpartisipasi enam negara observer, yakni Iran, Inggris, Thailand, Nigeria, Laos, dan Kamboja. Lomba ini diadakan setiap tahun guna menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh umat manusia di dunia.
***
sumber: republika online




Sabtu, 24 April 2010

Bagi kamu yang selama ini tertarik dan tekun melakukan beragam aktivitas peduli pelestarian lingkungan hidup, sebuah kesempatan hadir untuk melakukan studi lapangan ke Jerman.

PT Bayer Indonesia mengundang kaum muda peduli lingkungan yang memiliki komitmen terhadap perlindungan lingkungan hidup, serta kepemimpinan dan dedikasi tinggi terhadap pelestarian lingkungan hidup, baik di kampus maupun komunitas untuk menjadi Bayer Young Environmental Envoy.

Melalui program ini, empat duta muda lingkungan yang terpilih akan memperoleh kesempatan mengikuti studi lapangan ke Jerman. Mereka akan bertemu dengan utusan dari 18 negara lainnya untuk mempelajari spektrum baru pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan kalangan industri di Jerman.

Syarat-syaratnya, peserta adalah mahasiswa Indonesia yang terdaftar di perguruan tinggi atau sekolah tinggi di Indonesia berusia 18-24 tahun pada 1 September 2010. Selain harus aktif dalam kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan, peserta juga harus cakap berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan.

Aplikasi pendaftaran diterima paling lambat 19 Mei 2010. Informasi pendaftaran dan lain-lainnya yang lebih detail bisa dilihat dan diunduh di: http://www.bayeryoungenvoy.com/en/default.aspx




Jumat, 23 April 2010

Setelah Ujian Nasional (UN) untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) berakhir pada hari Kamis (1/4/2010), maka tinggal penyelenggaraan ujian kelulusan untuk sekolah dasar (SD). Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) akan digelar pada tanggal 4-6 Mei mendatang.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria mengatakan, rencananya akan diikuti oleh 4.428.797 peserta di seluruh Indonesia. "Namun, beda dengan SMP dan SMA, kelulusan SD diserahkan kepada sekolah," katanya dalam keterangan pers di Kemdiknas.

Hal ini, lanjut Ramli, disebabkan SD masih termasuk dalam program Wajib Belajar (Wajar) sehingga tidak bisa disamaratakan di seluruh daerah. Oleh karena itu, penyelenggaraannya pun diserahkan kepada provinsi. Proporsi soal didominasi oleh soal-soal dari daerah. Sekitar 75 persen dari 50 soal UASBN akan dibuat oleh daerah, sedangkan 25 persen lainnya dibuat oleh pusat dan akan dikirim ke daerah. "Karena daerah sendiri yang tahu standar daerahnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ramli juga menyatakan, seluruh daerah mengaku sudah siap untuk menyelenggarakan UASBN meski waktu penyelenggaraannya masih lama. "Di daerah yang saya kunjungi, misalnya, di Batam sudah dicetak soal. Tinggal dibagikan ke daerah dan sekolah," tandasnya.
***
sumber: edukasi.kompas.com




Kamis, 22 April 2010

Pengumuman kelulusan ujian nasional SMA sederajat ditargetkan pada Senin (26/4/2010). Dalam pekan ini, pemerintah akan menyelesaikan pengiriman hasil penilaian UN ke semua sekolah di Tanah Air.

Mungin Eddy Wibowo, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Rabu (21/4/2010), menjelaskan bahwa pengumuman kelulusan memang dijadwalkan pada 26 April 2010. "Tetapi kewenangan mengumumkan kepada siswa tetap diserahkan pada kebijakan masing-masing sekolah," ujar Mungin.

Mungin mengatakan, siswa yang tidak lulus bisa langsung mendaftar ke sekolah untuk ikut UN ulangan. Pelaksanaan UN ulangan sendiri akan dimulai pada 10 Mei 2010 dan merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak lulus untuk tetap bisa mendapatkan ijazah kelulusan sekolah formal.

"Nanti, siswa akan ikut UN ulangan bersama siswa lain. Jadi, siswa dari sekolah berbeda akan bergabung di tempat-tempat yang sudah ditentukan," ungkap Mungin.

Pelaksanaan UN ulangan seperti layaknya UN utama. Pada minggu ini, master copy UN ulangan akan didistribusikan ke daerah-daerah untuk dicetak.

Mungin mengatakan, siswa yang tidak lulus UN bisa mengulang sebagian atau semua mata pelajaran UN yang tidak memenuhi nilai minimal. Adapun kelulusan siswa diambil berdasarkan nilai rata-rata 5,5 untuk semua pelajaran.
***
sumber: edukasi.kompas.com




Labels

Alumni (21) Amerika Serikat (1) Angkatan 1995 (1) Anti Korupsi (1) Arab Saudi (1) Arema Malang (1) Artikel (8) ASEAN (1) ay kusnadi (1) Ayusta (1) Bahasa (2) Balitjestro 2008 (1) Bandung (1) Bank Mandiri (1) Bantuan Operasional Sekolah (1) barongan (1) Basketball (1) bca (1) Beasiswa (19) Berita (3) berita duka (1) BHMN (1) Bimbel (1) Biodiversity (1) Bisnis (1) bisnis online (1) Blog (5) bondan winarno (1) BOS (3) Buku (1) Buku Paket (1) Bulan Bahasa (1) Bullying (1) Bursa Kerja (1) Candi Kidal (1) Class Meeting (1) Dee (1) dollar gratis (1) Dumpul (1) dunia maya (1) Ekstrakurikuler (5) Facebook (2) Fair Play (1) Fisika (1) Friendster (1) Futsal (1) gado gado (1) Global Warming (1) Google (1) Gunung Tabor (1) Guru (10) Gus Dur (1) HUT ke-30 (1) IKAPALA (1) imam gozali (1) Inggris (1) Inspirasi (1) Internet (1) IPB (1) Iptek (3) Istana Negara (2) ITB (1) Jabodetabek (1) Jambi (1) Jawa Timur (4) Jepang (1) jerman (3) Jeru (1) Jilu (1) Jombang (1) Jusuf Kalla (1) Kabupaten Malang (4) kampus (1) karir.com (1) Kegiatan (1) Kelas A4 (1) Kelas XII (1) Kemendikbud (3) Kemendiknas (1) Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (1) Kepala Sekolah (1) Kesehatan (3) KH. Abdurrahman Wahid (1) Kiat Jitu (1) Komik (1) Komunitas (1) kosmetika (1) Kota Batu (1) Kota Malang (5) Kuliah (1) kuliner (1) kusti (2) launching (1) Lingkungan (1) LIPI (1) Lowongan (1) Lulusan 2008 (1) M. Nuh (1) Mahasiswa (2) Mahasiswa Baru (2) Mahkamah Konstitusi (1) maknyus (1) Malang (3) Malang Raya (1) Malangsuko (1) Malaysia (1) Matematika (1) Mendiknas (1) Mendit (1) Menkominfo (1) Menulis (2) Menulis Ilmiah (1) Minat Baca (1) Motto Kelas (1) nDangdut (1) Nostalgia (2) Otonomi Daerah (1) Pahlawan Nasional (1) pak temun (1) Pancasila (1) panggung terbuka (1) Pelajar (1) Pelajaran (1) Pemerintah (1) Pendidikan (11) Pendidikan Nasional (6) Penelitian Ilmiah Remaja (2) Perbankan (1) Perguruan Tinggi (3) Perguruan Tinggi Swasta (2) Permen Karet (1) Pertamina (2) Pilkada (1) PMP (1) PMR (1) Pornografi (1) pramuka (2) Precet (1) Profil (2) PTN (3) PTS (1) Redaksi (1) remaja (2) reuni (5) Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (3) Riset (1) RSBI (4) Rujak Cingur (1) S-1 (1) S1 (1) S2 (1) S3 (1) Sains (1) Sarjana (1) SBI (1) SD (5) Sejarah (3) Sekolah Hijau (1) Sepakbola (2) sepeda (1) Situs (1) SMA (17) SMA Kebon Tebu (1) SMAN 1 Malang (1) sman tumpang (3) SMANETA (10) Smansa (1) SMK (1) SMKN Turen (1) SMP (4) SNMPTN (2) SNMPTN Online (1) soeharto (1) STT Telkom (1) sugeng hadiono (1) Sukoanyar (1) Surabaya (1) Tahun 2013 (1) Tahun Baru (1) Taiwan (1) Tawuran (1) teknologi (3) Tes Online (1) Tips (5) Tomik HS (1) Trik (1) Try Out Online (1) Tulus Ayu (1) Tumpang (2) UAN (2) UASBN (1) UGM (2) UI (1) Ujian (2) Ujian Akhir Nasional (1) Ujian Nasional (5) Ujian Nasional 2010 (1) Ujian Nasional 2011 (1) Ujian Nasional 2012 (1) UM (1) UMB (1) UN (7) UN 2010 (5) UN 2012 (1) Universitas (1) Universitas Brawijaya (1) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (1) Universitas Paramadina (1) UNS Solo (1) Virus (1) wafat (1) Wakil Gubernur (1) website (2) Wendit Water park (1) Wisata (2) wisnuwardhana-narasinghamurti (1) www.smantumpang.com (1)
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!