
Rabu, 22 September 2010

Selasa, 21 September 2010

Arus lalu lintas di Kota Malang, Jawa Timur, pada 2015 akan macet total jika pemerintah setempat tidak membenahinya, baik fisik jalan maupun rekayasa jalur kendaraan, kata seorang pakar transportasi.
“Saya prediksikan tahun 2015 kendaraan di Kota Malang akan sulit bergerak bahkan macet total jika tidak ada tindakan kongkrit dari Pemkot Malang,” kata pakar transportasi dan lalu lintas Universitas Brawijaya Harnen Sulistyo di Malang, Selasa (21/9).
Menurut Harnen, sekitar 1997-1998 dia dan beberapa mahasiswa meneliti dan hasilnya menunjukkan pada 2010 kemacetan di Kota Malang akan bertambah parah.
Namun, kemacetan yang luar biasa pada 2010 justru dibiarkan tanpa ada upaya pemerintah kota dalam mengatasinya.
“Seharusnya Pemkot Malang membuat perencanaan jaringan jalan untuk tahun 2010-2030,” kata Dekan Fakultas Teknik Brawijaya itu
Harnen memperkirakan, kemacetan arus lalu lintas di Kota Malang dalam lima tahun ke depan akan lebih parah dibandingkan Jakarta sekarang, apalagi masyarakat Kota Malang yang memiliki kendaraan semakin banyak.
Menanggapi pernyataan pakar transportasi tersebut Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang M Yusuf berjanji bekerja maksimal agar perkiraan kemacetan total itu dihindari.
“Kita sudah merancang manajemen rekayasa lalu lintas yang baru di beberapa titik di Kota Malang,” kata Yusuf.
***
sumber: Surya Online & Kompasiana
Minggu, 05 September 2010

Sebanyak 455 orang guru dinyatakan belum layak lulus dalam Pendidikan Profesi dan Pelatihan Guru (PPLG) 2010 di panitia sertifikasi guru rayon (PSG) 15 Universitas Negeri Malang. Ini disampaikan oleh Pembantu Rektor I UM, Kusmintardjo.
Menurut Kusmintardjo, terlepas dari masih adanya guru yang harus mengikuti ujian ulang tersebut, namun menurutnya, hasil ini memberikan sinyal kemajuan kualitas guru tiap tahunnya. Pasalnya, jumlah tersebut bisa dikatakan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Tiap tahun, ada kecenderungan jumlah tidak lulus semakin sedikit,” ujar Kusmintardjo.
Kebanyakan dari mereka yang belum lulus, dinilai kurang cakap dalam aspek pembelajaran, yang di antaranya meliputi model dan media pembelajaran. Menurut Kusmintardjo, ini sebenarnya ironis, karena aspek itulah yang paling penting dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Para guru yang belum lulus masih diberi kesempatan mengikuti ujian sampai dua kali. Namun, bila tetap gagal dalam dua kali ujian, pihak UM akan mengembalikan mereka ke Dinas Pendidikan masing-masing.
Hasil dari PPLG ini, kata Kusmintardjo, bisa dilihat di situs resmi PSG rayon 15. Sementara itu, sejumlah peserta PPLG di rayon 15 dikabarkan sempat mengeluhkan kinerja panitia yang lambat dan tak memiliki kalender akademik yang jelas.
Namun, ini dibantah oleh pihak UM melalui situs resmi tersebut. Menurut panitia, variabel kelancaran PLPG sangat banyak, sehingga tidak bisa dibuat seperti sistem akademik yang hanya melibatkan UM dan mahasiswa.
***
sumber: Surya Online
Rabu, 01 September 2010

Rabu, 21 Juli 2010

Jumat, 30 April 2010

Kamis, 29 April 2010

Rabu, 28 April 2010

Selasa, 27 April 2010

Senin, 26 April 2010

Minggu, 25 April 2010

Sabtu, 24 April 2010

Jumat, 23 April 2010

Kamis, 22 April 2010

Labels
Arsip Tulisan
-
►
2012
(29)
- ► Desember 2012 (1)
- ► November 2012 (6)
- ► September 2012 (1)
- ► Maret 2012 (6)
- ► Februari 2012 (12)
- ► Januari 2012 (3)
-
►
2011
(11)
- ► Desember 2011 (1)
- ► November 2011 (2)
- ► April 2011 (1)
- ► Maret 2011 (6)
- ► Januari 2011 (1)
-
►
2010
(81)
- ► Oktober 2010 (4)
- ► September 2010 (11)
- ► April 2010 (24)
- ► Maret 2010 (31)
- ► Februari 2010 (8)
- ► Januari 2010 (2)
-
►
2009
(13)
- ► Agustus 2009 (1)
- ► Maret 2009 (3)
- ► Februari 2009 (1)
- ► Januari 2009 (5)
-
►
2008
(29)
- ► Desember 2008 (2)
- ► November 2008 (1)
- ► Oktober 2008 (2)
- ► September 2008 (2)
- ► April 2008 (2)
- ► Maret 2008 (4)
- ► Februari 2008 (3)
- ► Januari 2008 (9)
-
►
2007
(11)
- ► Desember 2007 (1)
- ► Agustus 2007 (1)
- ► Maret 2007 (1)
- ► Januari 2007 (5)
-
►
2006
(23)
- ► Desember 2006 (3)
- ► November 2006 (7)
- ► Oktober 2006 (4)
- ► Januari 2006 (9)
-
►
2005
(2)
- ► Desember 2005 (2)


